Senin, Oktober 26, 2020
Beranda Bali Klungkung Partisipasi Masyarakat Dalam Pilkada Klungkung Mencapai 80 Persen

Partisipasi Masyarakat Dalam Pilkada Klungkung Mencapai 80 Persen

- Advertisement -

Semarapura,balipuspanews.com-  Partisipasi masyarakat bumi serombotan Klungkung dalam Pilkada Klungkung dan Pilgub Bali serentak 27 Juni  2018 lalu mengalami peningkatan dibandingkan Pilkada Klungkung 2013 silam.

Berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum (KPU) Klungkung yang berhasil dikumpulkan wartawan,Jumat (27/7) tercatat partisipasi masyarakat Klungkung di Pilkada Klungkung 2018 mencapai  80 persen. Sedangkan partisipasi masyarakat di Pilkada Klungkung 2013 hanya mencapai 71.08 persen.

Ketua KPU Klungkung, I Made Kariada menjelaskan, raihan angka 80 persen di Pilkada Klungkung yang mencapai target disebabkan oleh adanya peningkatan pemilih disetiap Kecamatan di Klungkung, seperti di Kecamatan Klungkung partisipasi pemilihnya mencapai 80,35 persen, Kecamatan Dawan 78,79 persen, Kecamatan Nusa Penida 81,43 persen dan Kecamatan Banjarangkan partisipasinya 78,52 persen.

Baca Juga: AHY tidak Prematur,  Sudah waktunya Memimpin Bangsa

“Kalau dibandingkan dengan partisipasi pemilih di Kecamatan Klungkung pada tahun 2013 silam itu angkanya hanya mencapai 71.47 persen, begitu juga dengan Kecamatan Dawan 70.08 persen, Kecamatan Nusa Penida 72.67 persen, dan Kecamatan Banjarangkan meraih partisipasi pemilih paling rendah saat itu yakni hanya 69.43 persen,” jelasnya.

Atas kondisi ini, I Made Kariada yang sebentar lagi akan mengakhiri masa jabatannya sebagai Ketua KPU Klungkung berharap partisipasi pemilih di Pileg 2019 mendatang bisa lebih meningkat lagi atau tidak mengalami penurunan dari Pilkada Klungkung.

Mengingat partisipasi masyarakat dalam Pileg 2014 silam di Kabupaten Klungkung hanya sejumlah 78.18 persen yang bersumber dari Kecamatan Nusa Penida 80.27 persen, Kecamatan Dawan 78.28 persen, Kecamatan Banjarangkan 78.14 persen dan yang paling sedikit partisipasinya saat itu di Kecamatan Klungkung hanya 76.13 persen.

“Jadi solusi untuk meningkatkan partisipasi pemilih di Pileg 2019 nanti ialah masyarakat tidak boleh antipati terhadap Caleg yang menjadi peserta Pileg dan mereka harus bijaksana memilih Caleg yang berkualitas,” kata Kariada seraya mengatakan partisipasi pemilih di Pileg 2019 bisa terancam angkanya menurun kalau ada Caleg yang berkasus terhadap kerugian negara dan mereka masuk sebagai Daftar Calon Tetap (DCT).

Disisi lain komentar berbeda dikemukakan  Ketua Bawaslu Klungkung I Komang Artawan saat dihubungi , Jumat (27/7)  menjelaskan saat ini Bawaslu Klungkung belum menemukan adanya Daftar Calon Sementara (DCS) di masing-masing Partai Politik (Parpol) yang terindikasi berkasus dengan negara.

“Apabila ditemukan Caleg yang berkasus, maka kami di Bawaslu sudah pasti mengusulkan ke KPU agar mereka di coret dalam DCS atau tidak dimasukan ke DCT,” tegas pria yang juga berprofesi sebagai pengacara ini.(roni/ bas)

 

- Advertisement -

Diduga Sopir Mengantuk, Mobil Pick Up Oleng Seruduk Mobil Avanza Parkir

BANGLI, balipuspanews.com – Akibat mengantuk dan hilang konsentrasi, mobil Pick Up bernopol DK 9670 KZ, yang dikendarai Kocong, 42, Pria asal Desa Songan B,...

Tak Hiraukan Teguran, Pabrik Penyulingan Daun Cengkeh Akhirnya Ditutup Paksa

Sebuah tempat usaha penyulingan daun cengkeh yang berada di Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada ditutup paksa oleh tim Satpol PP Kabupaten Buleleng. Hal itu dilakukan sebab pemilik tempat tidak menghiaraukan teguran petugas, sehingga Pol PP lalu bertindak tegas menutup paksa usaha penyulingan daun cengkeh yang beroperasi dan dianggap menimbulkan polusi udara.
Member of