JEMBRANA, balipuspanews.com– Pasar Desa Adat Lelateng di Lingkungan Ketapang kelurahan Lelateng, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana yang tahun 2021 lalu terbakar Sabtu (4/2/2023) malam kembali diamuk si jago merah.
Amukan si jago merah itu meludeskan pukuhan kios beserta barang dagangan milik pedagang.
Peristiwa kebakaran tersebut diketahui sekitar pukul 20.30 Wita.
Saat itu I Ketut Teduh penjaga malam Pasar Adat Lelateng sedang berkeliling melakukan kontrol di dalam pasar. Lalu dia melihat ada asap yang keluar dari dalam salah satu los milik pedagang I Ketut Kartama alias Pak Kumis.
Melihat ada asap, Teduh lalu mendekat dan melihat asap tersebut semakin tinggi keluar dari dalam los. Teduh lalu meminta tolong kepada pedagang es didepan pasar untuk memberitahuu temanya I Ketut Suelem untuk menghidupkan lampu.
Teduh juga berteriak meminta tolong kepada warga sekitar Pasar Adat Lelateng dan seketika warga sekitar mendatangi pasar namun tidak bisa ber upaya melakukan pemadaman karna api dengan cepat membesar. Teduh lalu meminta tolong kepada warga untuk berupaya menghubungi Pemadam kebakaran.
Tidak lama kemudian tiga unit mobil pemadam datang dan disusul mobil water canon untuk memadamkan api. Besarnya kobaran api cukup sulit untuk dipadamkan.
Setelah berupaya selama 7 jam baru api bisa dijinakkan dan puluhan kios beserta isinya sudah ludes. Kepala Pasar Lelateng, I Ketut Suprapta yang dihubungi oleh Kasir LPD Ni Wayan Suartini juga langsung menuju tempat lokasi kejadian dan belum bisa menentukan berapa los toko yang terbakar dan belum bisa mengetahui berapa kerugian keseluruhan.
Kasat Pol PP Pemkab Jembrana, I Made Leo Agus Jaya menyampaikan luas bagunan pasar yang terbakar sekitar 60×50 meter persegi. Untuk memadamkan api menghabiskan 28 tangki air atau 102000 liter.
“Semua anggota pemadam kita terjunkan untuk memadamkan api. Sampai saat ini belum diketahui sumber api penyebab kebakaran itu,” ungkapnya.
Penulis: Anom
Editor: Oka Suryawan



