Revitalisasi Pasar Banyuasri.

SINGARAJA, balipuspanews.com — Pembangunan Pasar Banyuasri terus dikebut. Keberadaan Pasar Tradisional bergaya modern ini diproyeksikan sebagai penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Buleleng. Bukan tanpa alasan, Pasar Banyuasri sebagai pasar terbesar di Kabupaten Buleleng dan memiliki kualitas barang dagangan yang berkualitas.

 

Seperti diketahui, Kabupaten Buleleng belum berdiri supermarket besar yang menjadi saingan. Nah, kehadiran Pasar Banyuasri praktis akan mudah menarik konsumen untuk berbelanja.

 

Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana menegaskan, mulai sekarang seluruh instansi agar memikirkan tata kelola yang akan diterapkan di Pasar Banyuasri. Ia pun meminta agar para pedagang diberikan bantuan berupa lemari dagangan yang seragam agar terlihat rapi dan bersih sebagai bentuk kenyamanan dan kepuasan kepada para pedagang juga pembeli.

 

“Kita perbaiki seluruhnya, mulai dari manajemennya, quality controlnya, sirkulasinya, kebersihan hingga sanitasi di Pasar Banyuasri,” singkatnya.

 

Menanggapi pernyataan Bupati Buleleng, Ketua Dewan Pengawas PD Pasar Ni Made Rousmini mengatakan, pihaknya secara rutin melakukan rapat koordinasi membahas tentang tata kelola Pasar Banyuasri. Pihaknya bersama PD. Pasar akan melakukan tahap awal dengan memberikan edukasi kepada para pedagang.

 

“Kita akan pisahkan semua, pedagang daging, pedagang ikan, pedagang sayur dan yang lainnya, tidak boleh bercampur sehingga konsumen tidak bingung memilih dan tidak ada pedagang yang iri satu sama lain,” katanya.

 

Nah, memuluskan hal tersebut, Rousmini mengaku siap mengajak perwakilan pedagang untuk melakukan study tiru ke pasar tradisional bergaya modern yang sudah berhasil di daerah lain.

 

“Dengan demikian, para pedagang bisa melihat langsung bagaimana kebersihan, sanitasi, dan sirkulasi para konsumen disana, sehingga mereka bisa mencotoh hal tersebut ketika berjualan di Pasar Banyuasri,” ungkapnya.

 

Soal sumbangsih Pasar Banyuasri terhadap PAD Kabupaten Buleleng, pihaknya akan berlakukan e-retribusi untuk para pedagang dengan melaunching e-retribusi pada pertengahan bulan Januari 2020 ini. Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan pendapatan PD Pasar sehingga bisa menopang PAD Kabupaten Buleleng.

 

“Pasar Banyuasri akan menjadi pasar terbesar, sehingga sangat memungkinkan untuk menopang PAD Kabupaten Buleleng. Dengan e-retribusi, dana yang masuk langsung ke PD. Pasar sehingga tidak ada oknum yang bisa mempermainkan retribusi dari pedagang,” tandasnya.