Pasar Online Maju Pesat, HIPMI Rangsang Generasi Millenial Manfaatkan Digital Ekonomi

22
Ketua Umum (Ketum) BPD HIPMI Bali Dr.dr. I Gusti Nyoman Dharmaputra, Sp.KK (kanan) didampingi Ketua Panitia Daniesh Musthafa (tengah) dan Ketua ASHEPI Bali Ketut Dharma Siadja.

Denpasar, balipuspanews.com – Untuk meningkatkan daya saing Indonesia di era digital penggunaan teknologi digital, seperti kecerdasan buatan, Internet of Things, Human Machine Interface, teknologi robotik, dan teknologi percetakan 3D akan menjadi kunci meningkatkan daya saing dan memasuki 10 besar ekonomi global terbesar di tahun 2030 yang seharusnya meningkat pada peningkatan ekspor.

Memanfaatkan era ekonomi digital sebagai solusi dalam meningkatkan daya saing nasional, terutama di sektor industri. Terlebih lagi, sektor industri menjadi andalan untuk mendorong pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya Bali yang fokus utamanya adalah pengembangan pariwisata dimana hal tersebut tidak hanya sekedar pengembangan hotel dan restaurant, namun berbagai konsep tren masa kini didalamnya yang dapat dikembangkan.

Untuk itu, generasi muda utamanya milenial diharapkan dapat memanfaatkan fungsi dari era digital ekonomi yang saat ini sedang berkembang.

Seperti diungkapkan, Ketua Umum (Ketum) BPD HIPMI Bali Dr.dr. I Gusti Nyoman Dharmaputra, Sp.KK didampingi Ketua Panitia Daniesh Musthafa mengaku akan membentuk HIPMI Digital. Wadah itu sebagai jawaban nyata dalam mewujudkan kesiapan pengusaha HIPMI dalam menghadapi economy digital.

“Ini sebagai bukti nyata, kami tidak mau hanya menggelar seminar tetapi aksi nyata,” ujar pengusaha bisnis klinik kecantikan itu, saat Seminar Digital Economy di Gedung Bank Indonesia, Denpasar, Jumat (14/12).

Untuk itu, pihaknya mampu mempertemukan para pelaku digital dengan regulator maupun stackholder yang berkepentingan. Kegiatan itu rutin diadakan setiap tahunnya, pemilihan tema “Getting Through Digital Economy 2019 an insight thinking in a new era of digitalization”, tidak hanya melihat dalam setahun mendatang tetapi persiapan menghadapi masa depan.

Sementara itu, Anggota Bidang V Kreatif dan Informasi Teknologi BPD HIPMI Bali, Daniesh Mustofa selaku ketua panitia mengharapkan, pengusaha agar melek digital ekonomi, memudahkan dalam menemukan konsumen. Potensi pangsa pasar online begitu besar terutama Indonesia yang memiliki 30 juta online shopper. “Disamping dengan jumlah penduduk 300 juta orang dan 3 juta di Bali,” imbuhnya.

Ketua ASHEPI Bali Ketut Dharma Siadja menegaskan, ajang itu akan menjadi momentum kebangkitan ekonomi digital Bali. “Tidak saja tahun 2019 tetapi tahun mendatang, acara sangat menarik peserta yang datang banyak orang unum,” ungkapnya.

Ketua ASHEPI Bali Ketut Dharma Siadja menegaskan, ajang itu akan menjadi momentum kebangkitan ekonomi digital Bali. “Tidak saja tahun 2019 tetapi tahun mendatang, acara sangat menarik peserta yang datang banyak orang unum,” ungkapnya. Dikatakan perdagangan tanpa uang tunai akan semakin populer, maka pengusaha akan semakin melek digital.  (rls/bpn/tim)

Loading...