Yayasan Bali Samsara (YBS) pimpinan Made Belgi bersama Forum Kepala Lingkungan di Pemogan terus memberikan motivasi agar 94 relawan di wilayah Pemogan.
Yayasan Bali Samsara (YBS) pimpinan Made Belgi bersama Forum Kepala Lingkungan di Pemogan terus memberikan motivasi agar 94 relawan di wilayah Pemogan.

DENPASAR, balipuspanews.com -Pasca penahanan aparat kepolisian akibat dugaan pemerasan hingga berbuntut ketakutan para relawan Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) di Pemogan, Denpasar.

Yayasan Bali Samsara (YBS) pimpinan Made Belgi bersama Forum Kepala Lingkungan di Pemogan terus memberikan motivasi agar 94 relawan di wilayah Pemogan.

Untuk menguatkan relawan IBM dan Penguatan Berbasis Masyarakat, dengan dijembatani Yayasan Bali Samsara, Selasa (25/2) kemarin mengundang pihak BNNP Bali, Aparat Desa, Babinkamtibmas, relawan, tim medis, dan forum kaling, supaya para relawan tidak ngedrop dan trauma atas persoalan yang pernah dilaporkan ke Polsek Denpasar Selatan.

Dan dalam kesempatan tersebut juga kembali ditanyakan apakah di YBS bisa melalukan assesment.

Kabid Rehab BNNP Bali, I Gusti Agung Alit Adnyana, didampingi Kasi Pascarehab, Ni Nyoman Sukerni, menjelaskan YBS punya kewengan melakukan asessment jika ada klien mau asessment.

“Sangat punya kewenangan melakukan asessment, karena yayasan ini sah,” ujar I Gusti Agung Alit Adnyana.

Soal profit oriented, kata dia, wajar mencari keuntungan karena jasa yang diberikan pihak yayasan. Yakni memberikan rehabilitasi pada pecandu markoba. Hanya saja, soal biaya, itu hak yayasan.

“Tergantung pelayanan dan fasilitas yang diberikan kepada pecandu,” tegasnya.
Ke depan, untuk keseragaman biaya, masih digodok dipusat. Lanjut dia, yang penting proses rehabilitasi sesuai protap, tentunya sesuai regulasi yang diberikan BNN. Tidak boleh keluar dari pakem-pakem yang diberikan BNN.

BNNP Bali berharap, kepedulian warga terhadap peredaran gelap narkoba mesti terus ditingkatkan.

Apalagi ada IBM, yang tujuannya untuk menyelamatkan generasi Pemogan. “Kalau peredaran dibiarkan, tambah hancur nanti. Oleh karena itu, IBM di Pemogan keberadaanya sangat penting. Selain melakukan edukasi dan informasi pada pecandu, juga bisa disampaikan bahwa di Pemogan ada IBM dan Yayasa Bali Samsara.

“Keberadaan relawan hampir 50% mengurangi peredaran narkoba di Pemogan,” celetuk Ketua Forum Kaling Pemogan, Ketut Budiarta alias Pak Tut Jarot.

Karenanya, petugas IBM jangan takut, jangan ragu, karena sudah diberikan pembekalan dan kemampuan apa yang menjadi tugas dan tanggungjawab IBM. Jangan mengambil alih di luar tugas pokok.

Soal relawan ketakutan pascakejadian penangkapan relawan, BNNP sudah bersurat ke desa, untuk membuat agent pemulihan.

“Dana desa bisa digunakan untuk kegiatan P4GN. Itu ada aturannya,” ujar pihak BNNP Bali.

Untuk menghindari terjerat hukum, jika ada relawan menemukan penempel narkoba, saran BNNP bahwa orangnya diamankan dan segera hubungi pihak berwenang dalam hal ini kepolisian dan atau BNN.

Seperti diketahui sebelumnya IBM Pemogan dilantik Kepala BNNP Bali, Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa, S.H., Selasa 19 November 2019 lalu, tidak trauma dan mau membantu dalam hal pemberantasan narkoba, khususnya di wilayah Pemogan, Denpasar Selatan. (rls/BPN/tim)