Wayan Suara Arsana sekretaria Pasebaya Karangasem
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Karangasem, balipuspanews.com – Meski Mentri ESDM Republik Indonesia Ignasius Jonan beberapa waktu lalu di Pos Pantau Gunung Api Agung, Rendang, Karangasem dengan tegas menyatakan bahwa warga yang berada diluar radius 4 kilometer dihimbau agar kembali kerumah masing – masing sesuai dengan analisa yang ada, dimana secara deformasi masih sangat kecil sehingga tidak terjadi letusan hingga diluar radius yang telah ditetapkan.

Namun, tindakan yang berbeda justru dilakukan oleh Pasebaya yang merekomendasikan agar warga yang berada diradius 4 sampai 5 kilometer bergerak  ketempat yang lebih aman hanya saja pergeseran tersebut tetap tidak dianjurkan keluar dari radius 12 kilometer.

Menurut Sekretaris Pasebaya, I Wayan Suara Arsana dengan merekomendasikan warga yang berada di radius 4 sampai 5 kilometer pihaknya tidak bermaksud untuk menentang himbauan dari PVMBG.

Langkah ini, lanjut Suara Arsana dilakukan atas dasar mengacu dari letusan strombolian yang terjadi pada tanggal 2 Juli 2018 lalu dimana saat pihaknya bertanya kepada ahli gunung tidak bisa memberikan suatu kepastian pijaran api tersebut akan mengarah kemana.

Jika melihat rekomendasi zona bahaya yang ditetapkan oleh PVMBG sejauh 4 kilometer dari puncak kawah, ternyata saat letusan strombolian itu terjadi, lontaran pijaran api yang menyebabkan kebakaran semak dibagian lereng timur Gunung Agung jaraknya lebih dari 3 kilometer bahkan hampir 4 kilometer. Hanya saja beruntung lontaran itu terjatuh diwilayah yang tidak ada penduduknya dan masih terhalang oleh Bukit Kedampal sehingga tidak semakin jauh lagi.

“Kita bisa bayangkan kalau lontaran pijaran itu mengarah kebarat yang lerengnya lebih curam atau ke selatan terdapat Pura Pasar Agung yang hanya berjarak 1,5 kilometer dari puncak kawah Gunung Agung,” ujarnya.

Atas dasar inilah, Pasebaya pada malam itu langsung menginformasikan serta memberikan rekomendasikan kepada 28 Desa terdampak yang warganya berada diradius 4 – 5 kilometer untuk menjauh ketitik yang lebih aman.

“Mininal bisa istirahat lebih tenang dari suara gemuruh. Tetap dasarnya adalah kenyamanan masyrakat bukan karena ada apa apa,” tandasnya. ( igs/sur)

 

 

Tinggalkan Komentar...