Pasien Covid-19 Yang Meninggal Bertambah 1 di Denpasar, Pasien Positif Tambah 16 Kasus, Sembuh 23 Orang

Juru Bicara GTPP Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai.
Juru Bicara GTPP Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai.

DENPASAR, balipuspanews.com – Hari ini, Rabu (1/7/2020), Kota Denpasar kembali merilis pasien Covid-19 yang meninggal dunia.

Juru Bicara GTPP Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai mengungkapkan pasien yang meninggal merupakan seorang laki-laki berusia 50 tahun berdomisili di Kelurahan Ubung.

Almarhum merupakan pengusaha tempe.

Masuk RS Bali Mandara 22 Juni 2020 dengan keluhan demam, lalu pada 23 Juni dilakukan swab dan tanggal 26 Juni dinyatakan positif.

Kemudian tanggal 1 Juli 2020 dinyatakan meninggal pukul 01.00 Wita.

Informasi sementara yang bersangkutan tak memiliki penyakit penyerta.

“Hasil trackingnya, karena dia membuat tempe ia memang sering membawa barang ke Pasar Kumbasari. Diduga ia tertular dari pedagang di Pasar Kumbasari,” ujar Dewa Rai.

Jenazah pun sudah dikubur pukul 11.30 Wita di pemakaman Kampung Wanasari.

Pada hari ini juga, Denpasar mencatat tambahan kaus positif Covid-19 sebanyak 16 kasus.

Kasus pertama yakni laki-laki (16) asal Pemecutan Kelod dan dikarantina di rumah singgah.

Seorang perempuan (27) dari Peguyangan Kaja dirawat di RSUP Sanglah.

Satu keluarga sebanyak 4 orang di Desa Pemecutan Kelod dan dirawat di Bapelkes.

Mereka tertular dari ibunya (40) yang bekerja sebagai pedagang di rumahnya.

Laki-laki (13) merupakan anaknya.

Laki-laki (9) merupakan anaknya.

Laki-laki (42) merupakan suaminya.

Dan kerabatnya laki-laki (55).

Selanjutnya pasien ketujuh seorang laki-laki (30) dari Pemecutan Kaja dan dirawat di RSUP Sanglah.

Laki-laki (60) dari Desa Tegal Kerta dirawat di RSUP Sanglah.

Laki-laki (19) dari Kelurahan Padangsambian dan dirawat di Bapelkes.

Kemudian, perempuan (50) dari Tegal Kerta dan dirawat di RSUD Wangaya.

Laki-laki (29) dari Kelurahan Sesetan dirawat di rumah singgah.

Perempuan (60) dari Tegal Kerta yang dirawat di RSPTN Unud.

Laki-laki (44) dari Panjer dan masih menjalani isolasi mandiri.

Laki-laki (69) dari Kelurahan Pemecutan dan dirawat di RSUD Wangaya.

Laki-laki (29) tinggal di Sesetan dan dirawat di rumah singgah.

Selanjutnya, laki-laki (10) dari Pemecutan Kelod dan dirawat di Bapelkes yang tertular dari ibunya yang berjualan ikan di Pasar Kumbasari.

Pun demikian, 23 pasien positif Covid-19 juga dinyatakan sembuh hari ini.

Secara rinci, pasien yang sembuh tersebut yakni laki-laki (54) dari Kelurahan Penatih, laki-laki (24) dari Pemecutan Kelod, perempuan (55) dari Pemecutan Kaja, perempuan (52) dari Tegal Kerta, perempuan (44) asal Desa Ubung Kaja, laki-laki (29) asal Desa Tegal Kerta.

Seorang laki-laki (46) asal Ubung Kaja, laki-laki (55) dari Pemecutan Kaja, laki-laki (19) asal Padangsambian, perempuan (27) asal Sumerta.

Kemudian, laki-laki (15) asal Sesetan, laki-laki (6) asal Dangin Puri Kauh, laki-laki (25) asal Kelurahan Dauh Puri, laki-laki (44) asal Kelurahan Ubung, laki-laki (23) dari Sesetan.

Perempuan (44) dari Padangsambian, laki-laki (21) dari Pemecutan Kelod, perempuan (8) dari Kelurahan Padangsambian, perempuan (40) dari Kelurahan Padangsambian.

Serta seorang lali-laki (45) dari Padangsambian, laki-laki (32) dari Kesiman Kertalangu, perempuan (23) dari Renon, perempuan (14) dari Kelurahan Pemecutan.

Dewa Rai menjelaskan bahwa kasus positif Covid-19 masih terus terjadi. Dimana, kasus positif baru di internal keluarga mulai mendominasi.

Kendati demikian, pasien positif dengan riwayat perjalanan dalam daerah juga masih ditemukan.

Dewa Rai mengatakan, kedua klaster baru inilah yang patut diwaspadai bersama, mengingat adanya mobilitas penduduk yang cukup tinggi di Kota Denpasar.

Namun lebih dari itu, rasa optimisme harus terus dibangun dan dikobarkan.

Mengingat, jumlah pasien sembuh juga terus meningkat.

“Kembali kami ingatkan bahwa klaster perjalanan dalam daerah dan keluarga menjadi catatan serius, dan ini harus kita waspadai bersama dengan menerapkan protokol kesehatan di rumah tangga dan lingkungan sekitar yang lebih disiplin lagi,” kata dia.

Melihat perkembangan kasus ini, Dewa Rai kembali mengingatkan agar semua pihak ikut berpartisipasi untuk mencegah penularan Covid-19 tidak semakin meluas.

Selain kasus positif, keberadan Orang Tanpa Gejala (OTG) hasil tracking Tim juga mengalami peningkatan dan menjadi ancaman penularan baru untuk itu perlu tetap meningkatkan kewaspadaan.

Dewa Rai menjelaskan, secara kumulatif kasus Covid 19 di Kota Denpasar sebanyak 555 kasus positif, dengan rinciannya adalah 219 sembuh, 10 orang meninggal dunia, dan 326 orang masih dalam perawatan.

Penulis : Ni Kadek Rika Riyanti

Editor : Putu Artayasa

Redaksi | Pasang Iklan | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik | Privacy Policy | Copyright | About Us
Member of
Exit mobile version