Pasien Isolasi, Terancam Kehilangan Hak Suara

Ketua KPU Jembrana Ketut Gede Tangkas Sudiantara, didampingi Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan SDM I Made Widiastra, dan Divisi Hukum I Nengah Suardana
Ketua KPU Jembrana Ketut Gede Tangkas Sudiantara, didampingi Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan SDM I Made Widiastra, dan Divisi Hukum I Nengah Suardana

NEGARA, balipuspanews.com – Pelaksanaan Pilkada ditengah pandemi covid-19 memang beresiko. Selain bereisko menimbulkan klater baru, juga beresiko bagi pertisipasi pemilih karena pemilih yang sedang menjalani isolasi hak suaranya berpeluang besar hilang.

Ketua KPU Jembrana Ketut Gede Tangkas Sudiantara, didampingi Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan SDM I Made Widiastra, dan Divisi Hukum I Nengah Suardana menyampaikan, karena Pilkada dilakanakan ditengah pandemi covid-19 dimana keselamatan masyarakat harus diutamakan, maka untuk pemilih yang sedang menjalani isolasi karena positif covid-19 hak suaranya terancam hilang.

Mengingat petugas KPPS tidak akan mungkin bisa datang ke ruang siolasi untuk membawa surat suara untuk dicoblos karena sangat beresiko. Pasien yang menjalani isolasi juga tidak mungkin untuk keluar guna mencoblos ke TPS.

“Surat suara kiha tidak bisa dititip ke petugas kesehatan. Jadi sangat kecil kemungkinan pemilih yang sedang menjalani isolasi bisa mengunakan hak pilihnya. Namun kami akan tetap koordonasikan dengan gugus tugas percepatan penanganan covid-19,” ungkapnya.

Sementara untuk penyelenggara Pilkada hingga saat ini semuanya dalam kondisi sehat. Merek juga terus ditegaskan agar selalu menerapkan protokol kesehatan sehingga sampai hari pencoblosan mereka tetap sehat dan bisa melaksanakan tugas.

Namun jika menjelang pencoblosan ada petugas penyelenggara terpapar Covid-19 dan harus diisolasi, maka tidak akan bisa diganti. Sesuai ketentuan 3 orang KPPS sudah bisa melaksanakan tugasnya di TPS.

“Tetapi jika KPPS itu lumpuh karena petugasnya semua kena covid, maka PPK yang akan menggantikannya,” jelasnya.

Penulis : Tim Liputan Covid

Editor : Oka Suryawan