Kabag Bina dan Program Publikasi RSUD Wangaya Drs. I Ketut Sutikayasa. Foto Nengah Balipuspanews.com
sewa motor matic murah dibali

DENPASAR UTARA,balipuspanews.com- Warga yang sedang menjalani rawat inaf di rumah sakit tidak akan kehilangan hak politiknya dalam Pilpres dan Pileg yang digelar Rabu ( 17/4/2019). Seperti di RS Wangaya Denpasar. Sebanyak 36 pasien akan melakukan pencoblosan di RS yang akan difasilitasi kelompok penyelenggara pemunggutan suara ( KPPS) Dauh Puri. Suara  tersebut akan dimasukan ke dalam TPS 11.

Kabag Bina Program dan Publikasi RS Wangaya,  Drs. I Ketut Sutikayasa menyebutkan, dari seluruh jumlah pasien yang dirawat  di RS Wangaya, hanya ada 36 pasien yang bisa memberi hak pilihnya untuk mencoblos. Pihaknya sudah berkoordinasi bahwa seluruh pasien yang sudah memenuhi syarat memilih akan dipungut oleh kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) Dauh Puri tepatnya di TPS 11 Banjar Wangaya Kaja.

“Sebelumnya Wadir dan Kasubag sudah sempat melakukan kordinasi dengan KPU,” kata Sutikayasa, Selasa (16/4/2019).

Sutikayasa mengungkapkan, pemungutan suara akan mulai pukul 12.00 hingga pukul 13.00 Wita, dimana panitia TPS 11 akan langsung ke ruangan pasien dengan sistem jemput bola.

“Tidak ada ruangan khusus untuk mencoblos. Sistem seperti ini sudah berlaku sejak pemilihan-pemilihan sebelumnya,” jelasnya.

Disebut Sutikayasa, dirinya mengapresiasi KPU yang telah memberikan hak memilih bagi pasien yang sedang di rawat di RS. Sebagai warga negara semua mempunyai hak memilih dan untuk memberikan hak pilihnya, khususnya bagi yang sudah memenuhi syarat.

” Tentu ini sebagai wujud untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. Saya sangat mendukung  dan setuju walau dalam kondisi sakit masih diberikan kesempatan memilih,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia berharap agar semua pasien yang memiliki hak pilih yang ada di rumah sakit dapat menggunakan hak pilihnya dengan baik. Dari 36 orang pasien yang mempunyai hak pilih, jumlahnya bisa berubah sampai besok, karena dirinya belum mengetahui apakah ada pasiean yang akan pulang atau akan masuk.

“Ini data sementara, kemungkinan bisa berubah. Saya akan terus update sampai besok. Data ini tentu sudah dikordinasikan ke KPU untuk di buatkan kartu A5nya,” tandasnya.

Tidak hanya warga yang sedang opname di RS bisa menyalurkan hak pilihnya. Para lansia yang tinggal di panti jompo juga tidak akan kehilangan hak politiknya. Kepala seksi pelayanan Lansia Ida Ayu Oka Arini menyebutkan, pihaknya sudah mendapatkan soiallisasi dari KPU terkait pencoblosan yang dilakukan para lansia.

” Saya menyambut baik dengan adanya sosialisasi dari KPU, yang telah memberikan kesempatan kepada para lansia, untuk tetap bisa memilih dan menyalurkan hak pilihnya,” jelasnya.

Arini menuturkan di panti jompo PSTW  Wana Seraya  UPTD Pelayanan Dinas sosial Provinsi Bali  sekarang ada sebanyak 32 orang lansia. Namun ada  beberapa yang harus dirawat intensif  di ruang isolasi berjumlah 10 orang dan yang  masih bisa beraktivitas sebanyak 22 orang.

Disebut Arini, lansia akan memberikan hak pilihnya di TPS 17 tepatnya di SD 17 Kesiman dan bagi yang berada diruang isolasi, petugas  KPPS secara langsung akan mendatangi panti jompo untuk memberikan kesempatan pada lansia untuk memberikan hak pilihnya.

Salah seorang dari lansia yang bernama Zarima,57, mengatakan, bahwa dirinya  sudah mengetahui akan ada pemilu. Pasalnya ia sudah mendapat sosialisasi langsung dari KPU.

“Besok saya akan memilih lima surat suara. Tetapi yang saya ingat hanya memilih Presiden saja.  Saya bingung karna jumlahnya banyak,” ungkap wanita asal Medan, Sumatra.

Zarima mengungkapkan, dirinya tidak kenal dengan siapa yang akan mereka pilih, karena yang tercantum hanya nomor urut dan nama calon.

“Tidak ada yang tau nama calon. Tetapi saya  tetap milih. Meskipun dengan kondisi lumpuh, saya akan datang ke TPS menggunakan kursi roda,” ungkapnya.

Senada juga dikatakan Lansia Ni Made Wetri,70, bahwa tidak tahu dirinya mempunyai hak pilih atau tidak. Namun, jika diberikan hak untuk memilih dirinya tetap akan memilih meskipun dirinya tidak mengetahui calon siapa yang akan dipilih.

Wetri menuturkan dirinya tidak mengetahui berapa  jumlah yang akan dipilih besok.

” Saya hanya tahu memilih presiden, karena ada gambarnya. Dan saya tau nama dan gambar calon presidennya,” ujar wanita asal Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Negara.(bud/bpn/tim).

 

  

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here