Jumat, Juni 14, 2024
BerandaKarangasemPasokan Air Baku Tlagawaja Ditutup, PDAM Karangasem Pertanyakan Sebabnya

Pasokan Air Baku Tlagawaja Ditutup, PDAM Karangasem Pertanyakan Sebabnya

KARANGASEM, balipuspanews.com – PDAM Karangasem kaget bukan main dengan munculnya surat penyampaian bahwa akan dilakukan penutupan pengaliran sistem penyedia air baku Tlagawaja di Kabupaten Karangasem pada tanggal 5 sampai 26 Agustus 2019 mendatang.

Penyampaian penutupan ini tertulis dalam sebuah surat dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jendral Sumber Daya Air, SNVT.
PPelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Bali – Penida tertanggal 29 Juli 2019 yang ditujukan kepada UPTD Pengelolaan Air Minum Provinsi Bali.

Dalam surat itu disebutkan, sehubungan dengan adanya pekerjaan rehabilitasi sistem penyediaan air baku di Kabupaten Karangasem berdasarkan surat perintah mulai kerja nomor 03/SPMK/Bws15/PJPA/PAB/2019 tanggal 7 Mei 2019 yang dilaksanakan oleh PT. Dwi Ponggo Seto dengan ini disampaikan bahwa akan melakukan penutupan pengaliran sistem penyedia air baku di Kabupaten Karangasem mulai tanggal 5 sampai dengan 26 Agustus 2019 mendatang.

Penutupan ini tentu saja akan berdampak terhadap pasokan air bersih dari PDAM kepada pelanggan khaususnya yang berada diwilayah Karangasem bagian barat seperti wilayah Kecamatan Selat, Rendang dan Sidemen.

BACA :  Bupati Karangasem Serahkan Bantuan kepada Korban Longsor di Desa Antiga

Berdasarkan informasi yang diperoleh, untuk Kecamatan Rendang wilayah yang terkena dampak penutupan yaitu wilayah Banjar Dinas Batusesa, untuk dikecamatan Sidemen yang terkena dampak diantaranya Banjar Dinas Sangkan Gunung, Desa Tangkup, Desa Talibeng, Desa Lokasari dan Desa Kertabuana.

Sementara untuk Kecamatan Selat menjadi wilayah yang terdampak penutupan paling banyak, diantaranya, Dusun Susut, Dusun Yangapi, Dusun Benekasa, Dusun Bangbang, Dusun Muncan, Dusun Prasana Babakan, Dusun Muntig, Dusun Tegeh, Dusun Sukaluwih dan Desa Sebudi.

Terkait dengan adanya surat penutupan pengaliran sistem penyedia air baku Tlagawaja tersebut, Direktur PDAM Karangasem, I Gusti Made Singarsi mengaku belum tau kenapa sampai terjadi penutupan ini, padahal selama ini PDAM Karangasem bekerja sama dengan cara membeli air baku dari UPT Tlagawaja dalam hitungan kubik.

“Ini sudah mau saya tanyakan ke UPT Telagawaja mengenai penyebab penutupan ini dilakukan hanya saja saya disuruh bertanya ke BWS,” ujar Gusti Singarsi ketika dihubungi media ini, pada Rabu malam (31/07/2019). (suar/bpn/tim)

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular