Salah satu pedagang bumbu di pasar negara

NEGARA,balipuspanews.com- Musim hujan yang mengakibatkan banjir di wilayah Jawa berimbas terhadap ketersediaan hasil pertanian yakni bumbnu dapur di pasar.

Akibat pasokan bumbu dapur yang didatangkan dari Jawa menurun, harga kebutuhan pokok itu menjadi melonjak.
Seperti yang terjadi di pasar Negara.

Di pasar terbesar di Jembrana itu harga bumbu dapur mengalami lonjakan sejak masuk awal tahun. Bumbu dapur yang melonjak harganya diantaranya cabai rawit yang awalnya Rp.38 ribu perkilogram, naik menjadi Rp.45 ribu lalu melonjak kembali menjadi Rp.55 ribu perkilogram.

Cabai merah harganya juga naik dari Rp.30 ribu menjadi Rp.32 ribu perkilogram. Selain cabai, harga tomat juga naik dari Rp.10 ribu perkilogram menjadi Rp.12 ribu.

Bawang merah ikut melonjak dari Rp. 28 ribu perkilogram menjadi Rp. 35 ribu dan bawang putih dari Rp. 25 ribu menjadi Rp.32 ribu perkilogram.

Beberapa pedagang bumbu dapur di pasar Negara, menyampaikan melonjaknya harga bumbu dapur ini diakibatkan oleh seretnya pasokan dari Jawa yang diduga akibat banjir yang terjadi di beberapa daerah penghasil bumbu dapur.

“Paseokan bumbu-bumbuan dari Jawa menurun sehingga stok juga sedikit dan membuat harga naik,” ujar Komang Astika, salah seorang pedagang bumbu di pasar Negara, Minggu (5/1).

Ni Nengah Sueni, pedagang bumbu lainya juga menyamapikan kalau diawal tahun ini pasokan bumbu dapur dari Jawa mengalami penurunan bahkan ada yang tidak datang.

“Mungkin karena banjir maka panen menurun dan pemngiriman juga sulit sehingga pasokan seret. Pasokan cabai,tomat,ndak ada lagi,”ungkapnya.

Melonjaknya harga bumbu dapur ini membuah konsumen terutana ibu rumah tangga mengeluh. Mereka terpaksa mengurangi pembelian dan pemakaian bumbu dapur.

“Jelas mengeluh karena harganya naik. Tapi karena kebutuhan yang mau tidak mau mesti beli,tetapi tergantung kemampuan membeli. kalau punya uang sedikit saya beli sedikit,” ujar Ni Luh Sumertini salah seorang konsumen. (nm/bpn/tim)