Denpasar, balipuspanews.com Pembangunan Pasraman Satyam Eva Jayate akan menjadi wadah Hindu Nusantara, tidak hanya etnis Bali saja.
“Dengan dibangunnya pasramaan ini, tentu akan bisa menjadi wadah Hindu Nusantara tidak hanya etnis Bali saja. Selain itu juga, sebagai tempat berkumpulnya siswa maupun mahasiswa Nusantara tidak hanya mahasiswa Hindhu saja. Akan tetapi, untuk mahasiswa dari berbagai agama apakah itu agama Kristen, Islam maupun Budha. Atau dengan katalain, mampu membangun kebinekaan dan merajut NKRI,” kata Ketua Umum Forum Alumni KMHDI Ketut Udi Prayudi, Senin,(20/8) di Penatih, Denpasar disela pelaksanaan kegiatan peletakan batu pertama terkait pembangunan Pasraman Satyam Eva Jayate di daerah Panatih, Denpasar.
Ia mengatakan selain itu, tempat ini nantinya sebagai tempat bagi berbagai etnis yang ada di nusantara berkumpul.
Disampaikan, dengan akan dibangunnya pasramaan. Setidaknya akan menjadi wadah yang benar-benar mampu melakukan sesuatu yang nyata juga. Tidak hanya sekedar tatanan kata-kata saja, melainkan pada tatanan nyata juga dapat dilakukan.
“Di pasraman ini, diharapkan dapat melakukan sesuatu yang benar-benar nyata. Tidak hanya sekedar kata-kata semata saja,” ucapnya.
Dilanjutkan, selain itu juga melalui pasramaan terbangun generasi muda yang memiliki jiwa kepemimpinan, tangguh, memiliki karakter yang luhur dalam menghadapi tantangan kedepan.
“Dapat melahirkan generasi muda yang tanguh, dalam menghadapi tantangan yang semakin berat dan ketat dimasa-masa yang akan datang,” katanya.
Selain itu dirinya menyampaikan, akan mampu membangun jatidiri dengan empat pilar penting antara lain, religisus, humasin, kesetiakawanan, nasionalis serta progresif.
“Akan mampu membangun empat pilar jatidiri pada diri mulai itu, religius, humanis, kesetiakawanan sosial, nasionalisnya akan terbangun juga. Termasuk juga progresif. Yaitu, akan cepat bereaksi terkait dengan hal-hal yang harus kita lakukan,” paparnya.
Dirinya melanjutkan, untuk pasramaan yang akan dibangun ditanah seluas 13,9 are rencananya akan dibangun beberapa ruangan seperti, gedung serba guna, perpustakaan, pusat-pusat ekononi kreatif atau terkait dengan ekubator bisnis.
“Kami akan bangun ditanah seluas 13,9 are mulai dari, gedung serba guna sampai pada ruang ekubator bisnis. Sehinga, dengan dibangunnya beberapa bangunan tersebut nantinya dapat dimanfaatkan dengan baik. Sehinga, para generasi muda akan memiliki jiwa interpreniership dalam menghadapi tantangan kedepan,” cetus Prayudi.
Dalam pelaksanaan peletakan batu pertama untuk pembangunan prasramaan dilakukan langsung oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika yang dalam sambutanya menyampaikan, menyambut gembira dan bahagia prakasa pembangunan pasramaan Satyam Eva Jayate yang nantinya akan mampu melahirkan manusia-manusia yang berkualitas tinggi, mandiri serta tidak gampang menyerah. Dengan lahirnya generasi muda yang memiliki jiwa tersebut, tentu akan menang dalam menghadapi tantangan kedepan.
“Jika kualitas SDM kita masih manja, tidak bisa mandiri. Maka, kita tidak akan menang dalam persaingan saat ini maupun yang akan datang. Maka dari itulah, sangat peting ditanamkan padadiri hal-hal tersebut,” himbaunya.
Dikatakan, jika dilihat Bali tidak memiliki sumber daya alam yang mendukung seperti yang dimiliki daerah-daerah lain, maupun negara lain. Maka dari itu, sangat penting orang Bali memiliki kualitas diri yang super.
“Kita hanya, memiliki sumber manusia saja yang bisa ditingkatkan, agar SDM Bali memiliki kualitas super dalam menjawab tantangan hari ini dan kedepan,” himbaunya.
Sembari Pastika mengingatkan, jangan sampai Bali hanya bertumpu atau tergantung dengan satu sektor saja, yaitu pariwisata. Karena menurut dirinya, itu akan sangat riskan sekali, karena sedikit saja ada isu negatif terkait pariwisata sudah berimbas pada sektor maupun indistri pariwisata tersebut. (rls/bpn/tim)



