Pastika: Penyusunan Perencanaan Pendapatan Daerah Harus Realistis

Gubernur Bali Made Mangku Pastika

Badung, balipuspanews.com – Kestabilan dan fluktuasi nilai pendapatan asli daerah (PAD) dalam menopang pembangunan daerah, tidak dapat dilepaskan dari pengaruh kondisi perekonomian baik dalam skala nasional, regional maupun global.

Menyikapi hal tersebut Gubernur Pastika menekankan pentingnya penyusunan target pendapatan daerah di tahun 2018 secara cermat dan teliti sehingga menghasilkan perencanaan yang akurat dan realistis. Penekanan tersebut disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam sambutannya saat pembukaan Forum Perencanaan Pendapatan Daerah Provinsi Bali Tahun 2018 di Hotel Vouk, Nusa Dua.

Lebih jauh Gubernur Pastika menekankan adanya kebijakan pemerintah di awal tahun 2017 untuk melakukan kenaikan terhadap tarif listrik, sembako hingga lonjakan biaya pengurusan kesamsatan melalui Penerimaan Negara Bukan Pajak akan memberikan dampak langsung terhadap tingginya inflasi dan menurunnya daya beli masyarakat.

Baca Juga :  Tidak Masuk Formasi 2022, KKG Bahasa Inggris Datangi Gedung Dewan

Terlebih, pertumbuhan ekonomi nasional mayoritas didorong oleh konsumsi rumah tangga, maka hal ini akan berpengaruh terhadap realisasi pendapatan daerah yang telah direncanakan.

“Situasi perekonomian saat ini harus menjadi perhatian kita dalam penyusunan target pendapatan kita harus realistis. Menyikapi hal ini, kerja keras,kreativitas serta inovasi dibutuhkan dalam meningkatkan pendapatan daerah,” ujarnya.

Di samping itu, dalam upaya penyusunan perencanaan pendapatan daerah, Gubernur Bali juga menekankan agar dalam pengembangan potensi dan sumber-sumber pendapatan daerah agar berdasarkan pada kewenangan dan peraturan yang berlaku serta memperhatikan faktor-faktor lainnya seperti kualitas pelayanan masyarakat, kebijakan pemerintah pusat serta keberpihakan pada masyarakat kurang mampu.

“Saya yakin dengan komitmen tinggi dan persepsi yang sama, serta didukung dengan kerja keras, kita akan dapat merealisasikan rencana pendapatan daerah, sehingga dapat mendorong pembangunan daerah,” ucapnya.

Baca Juga :  Hexos Diduga Korsleting Listrik, Villa Elite di Balangan Habis Terbakar

Sementara itu Ketua Panitia yang sekaligus Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Bali I Made Santha dalam laporannya menyampaikan, bahwasannya forum perencanaan pendapatan daerah Provinsi Bali Tahun 2018 ini diselenggarakan dalam rangka menggali dan mengembangkan potensi sumber-sumber pendapatan asli daerah yang dikelola oleh SKPD atau instansi penghasil dalam penetapan rencana target PAD Tahun Anggaran 2018.

Dalam forum yang mengagendakan beberapa acara diantaranya penyampaian sumber pendapatan dan potensi yang dimiliki, permasalahan dan upaya peningkatan PAD serta rencana PAD dari SKPD penghasil ini berlangsung dari tanggal 17- 19 Februari 2017.

Forum yang dibuka secara resmi oleh Gubernur Pastika dengan pemukulan gong juga dihadiri oleh Ketua DPRD Provinsi Bali, Anggota DPRD Provinsi Bali, Sekda Provinsi Bali serta Kepala OPD terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali.