Pasutri Tuna Netra
Pasutri Tuna Netra
sewa motor matic murah dibali

NEGARA, balipuspanews.com- Nasib pasangan suami istri (pasutri) tuna netra Putu Utama (48) dengan Gusti Ayu Ketut Ganteng (48) benar-benar apes. Keinginan untuk hidup lebih baik dengan ikut bisnis pulsa, justru membuat warga Lingkungan Terusan, Kelurahan Lelateng,itu semakin merana.

Menurut penutiran Putu Utama Rabu (9/10) awalnya mereka ditawari untuk bergabung dalam bisnis pulsa oleh perusahaan besar berjaringan internasional sampai ke Malaysia.

Utama dan teman-temanya sesame penyandang tuna netra juga diajak seminar di Hotel Jimbarwana. Dalam seminar itu juga diputarkan rekaman bisnis pulsa yang melibatkan orang-orang terkenal.

“Kami jadi tertarik dan ingin ikut lalu kami disuruh membayar sebagai modal awal. Kami ingin ikut berivestasi agar masa depan lebih baik dan akhirnya istri saya yang ikut,” ungkapnya.

Namun kenyataanya cara itu hanya modus untuk menipu mereka. Selain dirinya banyak juga teman-temanya yang tuna netra ikut tertipu. Total saldo dana yang masih di bisnis pulsa yang diduga abal-abal tersebut sebanyak Rp 5 juta.

“Uang itu adalah hasil kami memijat selama puluhan tahun,” ungkapnya.

Setelah tahu tertipu mereka memang sempat shock karena uang sebesar itu sangat besar bagi keluarga yang kurang mampu tersebut.

“Kami tidak berani menuntut atau ambil jalur hukum karena minim bukti. Bahkan rekan-rekan yang jadi korban ada dananya jauh lebih besar tidak bisa nuntut,” jelasnya.

Sehari-hari Putu Utama dan istrinya membuka praktik pijat di rumah. Mereka memang sudah menerima bantuan bedah rumah dan sudah mendapat bantuan PKH.

Namun untuk kebutuhan sehari-hari ditambah lagi anaknya masih sekolah di bangku SMK masih kurang. Saat ini usaha memijat mereka sedang sepi. Kadang satu atau dua orang dan juga kadang tidak ada.

”Kami kadang dibantu keluarga. Apa yang kami alami ini kami dijadikan pelajaran ke depan untuk berhati-hati jika ada iming-iming investasi atau usaha,” ungkapnya. Apalagi istrinya mengalami pembengkakan kelenjar getah bening di lehernya.

“Saya berharap istri saya juga bisa sembuh. Kami ingin masa depan anak juga lebih baik. Selain tertipu investasi itu sepeda kami juga dicuri serta ponsel juga hilang. Mau bagaimana lagi kami diiklaskan saja,”ujarnya. (nm/bpn/tim)