Patung Bung Karno Terpasang, Proyek Pengerjaan RTH Capai 62 Persen Lebih

Proses peletakan patung Bung Karno di RTH Bung Karno Sukasada, Buleleng
Proses peletakan patung Bung Karno di RTH Bung Karno Sukasada, Buleleng

BULELENG, balipuspanews.com – Usai menunggu cukup lama akhirnya patung Sang Proklamator RI Bung Karno telah dipasang di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bung Karno yang terletak di Kelurahan/Kecamatan Sukasada, Buleleng, pada Selasa (21/9/2021) pagi.

Kini dengan dipasangnya Patung Bung Karno yang memiliki berat 1,5 ton dengan ditambah beton beratnya mencapai dua ton pembangunan RTH Bung Karno pada minggu ke 18 mengalami deviasi positif sebesar 9,61 persen.

Itu terlihat dari target yang dipasang sebelumnya sebesar 47,47 persen kini justru menjadi sebesar 57,08 persen. Selain itu, patung Bung Karno telah dipasang sehingga menambah kemajuan pembangunan sebesar lima persen menjadi 62,08 persen.

“Hari ini juga telah dipasang patung Bung Karno yang telah lama kita tunggu-tunggu,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng Gede Melandrat saat ditemui usai meninjau pemasangan patung Bung Karno, Selasa (21/9/2021).

Patung Bung Karno akhirnya bisa ditempatkan pada pedestal yang telah tersedia sebelumnya, dengan tinggi patung Bung Karno adalah delapan meter. Kemudian ditambah dengan tinggi pedestal sebesar enam meter. Sehingga total ketinggian mencapai angka 14 meter. Bahkan dengan pemasangan patung ini, pihaknya berharap pembangunan RTH bisa menjadi sebuah destinasi wisata sejarah nasional.

“Terkait Patung Bung Karno ini menelan biaya Rp859 Juta dan pedestal dengan reliefnya sebesar Rp585 Juta. Saya rasa Buleleng akan memiliki salah satu destinasi wisata nasional yang bersejarah,” jelasnya.

Kadis asal Desa Tejakula ini bahkan menambahkan hingga kini proses pembangunan terus berjalan setelah patung Bung Karno ini dipasang, termasuk tahap penyelesaian Patung Singa Ambara Raja juga terus dikerjakan. Patung Singa Ambara Raja ini akan menjadi ikon karena akan ada panggung di depan patung Singa Ambara Raja. Tentunya berbeda dengan panggung-panggung yang ada di Bali.

“Ini juga akan menjadi bagian yang tidak terlepaskan nanti dalam membuat kegiatan atau acara seremonial serta kegiatan yang membangkitkan kegiatan seni budaya lokal spesifik yang ada di Buleleng,” terangnya.

Melandrat pun menyebutkan yang tidak kalah penting adalah pembangunan wantilan. Pada wantilan ini, akan ditempatkan pula patung Bung Karno sungkem dengan ibundanya, Nyoman Rai Srimben. Wantilan ini akan menjadi wisata edukasi untuk melihat foto-foto dan film yang berkaitan dengan Bung Karno.

“Wantilan ini akan menjadi bagian dari tempat-tempat untuk memajang karya-karya seni yang berkaitan dengan Bung Karno,” tutupnya.

Penulis : Nyoman Darma 

Editor : Oka Suryawan