Patut Dicontoh, Usia 70an Raih Gelar Doktor Pariwisata

Paul Edmundus Tallo (tengah) usai sidang terbuka
Paul Edmundus Tallo (tengah) usai sidang terbuka

DENPASAR, balipuspanews.com – Usia tidak menjadi batasan atau alasan untuk menempuh pendidikan tinggi. Semangat adalah kunci utama dalam menempuh pendidikan tanpa semangat dan kerja keras niscaya akan terlewati.

Terlebih melewati perjuangan pendidikan Doktor diusia lanjut tak mudah terlewati apalagi usia dan semngat tak muda lagi.

Kesan luar biasa dari Dr. Paul, adalah semangat belajarnya sungguh mengagumkan. Diusia yang tidak lagi muda, karena sudah lewat 70an tahun. Kegigihannya untuk menempuh pendidikan, layak dijadikan contoh.

Dengan semangat Dr. Paul diharapkan menjadi inspirasi untuk kita bersama. Belajar tidak pernah berhenti, yang mesti dilakoni sepanjang hayat.

Fakultas Pariwisata Universitas Udayana kembali melahirkan Doktor Pariwisata baru yang ke-83 di tandai dengan tuntasnya Sidang Ujian Terbuka Promosi Doktor Promovendus Paul Edmundus Tallo yang digelar secara tatap muka di Ruang Sidang Lantai 3, Gedung Pascasarjana Kampus Unud Sudirman, Kota Denpasar, Selasa (14/6/2022).

Baca Juga :  Wawali Arya Wibawa Serahkan Penghargaan Widya Purna Nugraha Kepada Guru

Dalam sidang terbuka kali ini, sidang dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Pariwisata Unud Dr. I Wayan Suardana,SST. Par, M.Par. Di hadapan dewan penguji, Promovendus mempertahankan disertasinya yang berjudul “Strategi Pemertahanan Biro Perjalanan Wisata Anggota Asita Bali Di Era Persaingan Bisnis Dalam Jaringan (Online Business)”.

Berdasarkan hasil analisis, Paul menyimpulkan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan banyak biro perjalanan wisata anggota Asita Bali tidak aktif yang paling berpengaruh adalah motivasi, inovasi, regulasi, akses, dan ICT.

Peran pemerintah untuk mempertahankan biro perjalanan wisata anggota ASITA Bali memiliki pengaruh kecil didalam keberlanjutan hidup biro perjalanan wisata anggota ASITA Bali.

Dalam konteks strategi pemertahanan biro perjalanan wisata Asita Bali dalam era online travel business ini dirumuskan melalui Model Hybrid, Business as usual, dan Collaboration.

Baca Juga :  KTT G20 Berjalan Lancar, Polresta Denpasar Apresiasi Pecalang

Sumber: www.unud.ac.id

Editor: Oka Suryawan