Sabtu, Februari 24, 2024
BerandaNasionalJakartaPDB dari Laut Tak Sampai 22% Karena Kekayaan Laut Banyak Dimanfaatkan Asing

PDB dari Laut Tak Sampai 22% Karena Kekayaan Laut Banyak Dimanfaatkan Asing

JAKARTA, balipuspanews.com – Luas wilayah Indonesia sangat luas. Saking luasnya, Indonesia yang juga disebut nusantara memiliki tiga pembagian waktu yaitu barat, tengah dan timur. Wilayah lautnya pun sangat luas, yaitu 1/3 dari seluruh wilayah kedaulatan negara Indonesia.

“Menurut data yang ada teman-teman sekalian, Indonesia sebagai negara maritim terbesar di Dunia, belum bisa menembus angka 22 % dari pendapatan domestik Bruto (PDB) kita. Ini (baru) bicara ekonomi dulu,” ucap Anggota MPR RI merangkap Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono dalam diskusi Empat Pilar MPR RI di Media Center Parlemen, Gedung MPR/DPR/DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (27/2021).

Dalam diskusi yang mengambil tema ‘Meneguhkan Kedaulatan Maritim NKRI (Penguatan Pertahanan dan Keamanan)’ itu, Nono Sampono mengungkapkan bicara laut maka bukan saja membahas tentang ikan, tetapi ada banyak sumber daya alam yang terkandung di dalamnya antara lain tambang, mineral, minyak, jasa laut dan sebagainya.

“Saya ingin mengajak kita semua juga melihat, mengapa negara-negara besar di dunia sangat memperhatikan urusan kekuatan maritimnya terutama dua hal yaitu soal ekonomi dan masalah keamanan,” imbuh mantan Komandan Korps Marinir ini.

BACA :  TPPS Kabupaten Gianyar Evaluasi Program Pencegahan Stunting

Iapun mencontoh, Korea Selatan, Vietnam dan Thailand PDB dari lautnya mencapai hampir 40%, Jepang 54%, Cina yang dikenal sebagai negara daratan bisa memperoleh PDB dari laut mencapai 48,6%.

“Padahal ini negara kontinental ini. Ada apa? Dia bisa kasih makan rakyatnya satu koma miliar itu, kontribusinya dari aspek lautan hampir 50%,” sindir Nono.

Terkait ini, purnawirawan TNI Al bintang tiga ini memberi catatan.

“Satu hal yang menurut catatan kita, laut kita ini sering masih dimanfaatkan oleh pihak lain atau negara lain. Artinya kita punya laut tetapi orang lain lebih banyak memanfaatkan. Karena kita mengabaikan. Angka 22% itu menggambarkan itu,” tegasnya.

Sementara itu, Pengamat Kemaritiman Siswanto Rusdi menilai konsep pertahanan Indonesia sejak dulu memang lebih mengedepankan dan mengandalkan Angkatan darat (AD). Sedangkan Angkatan Laut (AU) dan Angkatan Udara (AU) hanya diposisikan sebagai pendukung.

Padahal, idealnya pertahanan itu dari ujung laut wilayah Indonesia.

“Jadi, konsep darat itu cocok hanya untuk lima wilayah besar seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua,” ungkapnya.

BACA :  Pemkab Bangli Gelar Rapat Bimtek Inovasi Daerah Tahun 2024

Untuk itu, dia mengusulkan pentingnya kerjasama antara kedua kekuatan tersebut untuk menghindari gesekan-gesekan. Sebab, kalau terjadi gesekan dan keduanya sama-sama kuat, maka keduanya akan hancur, habis.

“Itulah pentingnya kerjasama,” kata Rusdi.

Penulis : Hardianto

Editor : Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

spot_img

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular