sewa motor matic murah dibali

DENPASAR,balipuspanews.com Diberlakukannya Peraturan Gubernur (Pergub) No. 79 tentang mewajibkan pegawai dan instansi pemeritah untuk menggunakan pakain adat setiap hari Kamis, Purnama, Tilem, hari jadi Pemprov maupun Kabupaten /Kota membawa angin segar bagi pedagang atau penggelut bisnis khususnya Busana adat Bali seperti yang dialami Cok Istri Mirah, SE selaku Owner Ode-nant textile.

Wanita yang akrab dipanggil Buk Cok ini mengatakan, penjualan busana adat mengalami peningkatan menjelang hari raya Galungan dan sekaligus diberlakukannya Pergub tentang busana adat. “Penjualannya meningkat, bahkan setelah berlaku Pergub ini ada pembeli muslim, setelah ditanya karena merasa malu ketika tidak menggunakan pakaian adat di sekolah saat hari Kamis, Purnama dan Tilem.

Buk Cok sendiri mendukung Pergub yang dikeluarkan Gubernur Koster sebagai bentuk kepedulian, menjaga, dan melestarikan seni budaya, adat istiadat Bali.

“Saya sangat mendukung Pergub ini, sebagai bentuk kecintaan terhadap seni budaya dan adat istiadat Bali,” jelasnya, Jumat (18/1).

Belakangan ini, produk yang banyak diminati masyarakat paling dominan penjualan pada Kebaya, diikuti kamen batik dan perlengkapan lainnya.”Kain dan kebaya penjualan yang dominan laku, karena ada instansi tertentu mewajibkan pakai kain tanpa ada lubang seperti kebaya,” paprnya.

Ode-nant textile yang beralamat Jl. Kenyeri No 154, Desa Sumerta Kaja, Denpasar Timur, selalu mengutamakan kualitas disamping harga yang murah. Selain itu, Ode-nant juga selalu berinovasi terhadap produk-produk yang dijual dan mengikuti trend busana Bali mengikuti perkembangan.

Disamping kualitas dan harga, pelayanan yang tidak kalah terpenting dalam menekuni dunia bisnis.” Disini selain memberikan harga murah dan kualitas baik, saya selalu memberi pelayanan yang baik, ramah dan sopan kepada pembeli.

Baginya, prosfek menjual busana adat Bali sekarang sangat menggiurka, terlebih dirinya berharap Pergubnya tidak dirubah kedepannya. “Mudah-mudahan pergub tidak dirubah. Prosfek ini sangat menggiurkan dong, karena meskipun masyarakat sudah memiliki busana adat, pasti akan membeli lagi yang baru mengikuti trend barunya,”ujarnya optimis.

Dari waktu-kewaktu jumlah member terus mengalami meningkatan. Hingga januari 2019 member tembus mencapai 10.000, dengan perkiraan perbulan bertambah 100-200 member. “Semua pengen dapat harga murah, kalau menjadi member pasti mendapat harga yang lebih murah dibandingkan tidak ikut member”.

Sebagai trend di tahun 2019, Buk Cok mengatakan produk endek bordir yang menjadi primadona masyarakat sekarang. Baik itu kamen, saput maupun udeng. (bud/bpn/tim)

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here