Pecalang ikut pungut sampah saat hari raya Galungan
SEMARAPURA, balipuspanews.com

Ada  hal yang menarik saat berlangsungnya persembahyangan Hari Raya Galungan di catus pata perempatan Agung kota Semarapura . Dimana saat itu tampak  pecalang desa pekraman Semarapura yang bertugas melakukan aksi bersih bersih menyapu sampah bekas sesajen ,saat pengamanan warga yang sedang melakukan persembahyangan di Catus Pata Kota Semarapura ,sejak pagi hingga siang Rabu(19/2) bertepatan dengan Hari Raya Galungan.

Saat itu  pecalang yang bertugas bukan saja hanya pasang muka angker selaku pengamanan, namun juga bertindak sebagai layaknya petugas kebersihan. Hal itu dilakukan menurut pecalang tersebut ketika ditemui ,menyatakan sekedar bantu bantu petugas kebersihan yang libur bertepatan Hari Raya Galungan.

Warga yang menyaksikan aksi spontan Pecalang tersebut memberikan apresiasi positif ,makin naik daun  pengabdian Pecalang ini bagi warga Bali dan tidak saja dikenalnya Pecalang ini hanya sebagai petugas pengamanan adat di Bali

Sementara itu Bendesa Pekraman kota Semarapura Wayan Budarsana ketika ditemui saat itu menyatakan bahwa  dirinya saat ini menjabat sebagai Bendesa Pekraman mulai beberapa bulan yang lalu dimana saat ini,Desa Pekraman  Semarapura terus berbenah ,dimana seperti diketahui umumnya unsur pokok desa adat / Pekraman meliputi parahyangan , pawongan.

Untuk itu kini Palemahan Desa Pekraman Kota Semarapura,secara bertahap ditata bersama prajuru  yang tergabung dari 14 Banjar adat yang ada dikota  terkait pekaksanaan kegiatan yang menjadi bagian dari tugas Desa Pekraman.

” Adapun banjar adat yang menjadi lingkup Desa Pekraman Kota Semarapura antara lain Br.Adat sengguan, Lebah,Pande Kota,Gunung Hyang, Pande Galiran.Ayung, Mergan, Bajing, Pekandelan Klod, Pekandelan Kaler, Tangkas, Kartini, Bendul,”Ujar mantan Sekretaris PHDI KLungkung ini .

Lebih jauh pria yang juga mantan Lurah Semarapura Kaje ini menyinggung masalah keberadaan pecalang diwilayah Desa Pekraman kota ini tergabung dalam  Paiketan pecalang dengan Ketua( manggalane) Putu Yudi Angga yang terdiri dari Pecalang utusan  dari 14 Banjar Adat ,semuanya berjumlah  42 orang Pecalang.

“ Walaupun saya baru menjabat sebagai Bendesa  Adat Semarapura  sekitar 4 bulan  yang lalu dikukuhkan,saya berusaha melakukan kerja sama dengan seluruh unsur Klian Banjar adat selaku prajuru dibanjar sowang sowang,”Terang Wayan Budarsana,seraya  mengaku siap mengabdi untuk kemajuan Desa Pekraman kota Semarapura. (Roni/BPN/tim)