Pedagang Bermobil Keluhkan Genangan Air di Pasar Kumbasari

Genangan air di pasar Kumbasari ganggu pedang bermobil
Genangan air di pasar Kumbasari ganggu pedang bermobil

DENPASAR, balipuspanews.com- Hujan deras yang mengguyur Denpasar sejak beberapa hari belakangan ikut berdampak terhadap pedagang bermobil yang berjualan di areal pasar Kumbasari. Pasalnya, air hujan menggenang di lokasi berjualan.

Kurang maksimalnya resapan dan tidak ratanya lokasi berjualan menjadi penyebab genangan air di beberapa titik.

Salah seorang pedagang bermobil asal Kintamani Bangli yang enggan disebut namanya mengatakan, genangan air akan terjadi kalau hujan deras. Apalagi ada berjualan pada titik yang kemiringannya tidak datar.

“Asal pun hujan jek benyek di peken.( kalau sudah hujan pasti becek di tempat berjualan,” katanya, Senin (5/1/2020)

Hal ini dikatakan berpengaruh terhadap omzet penjualannya, karena pembeli juga bakalan enggan untuk berbelanja karena suasana becek dan kotor.

Sementara Agus salah seorang pembeli mengatakan, dirinya menyangkan di pasar yang besar tepat di jantung Kota Denpasar kondisinya becek.

Dirinya berharap semoga pemerintah atau dinas terkait agar melakukan langkah cepat agar pembeli merasa nyaman berbelanja di pasar tradisional yang kental akan tawar menawarnya.

Begitu pula pedagang asal Badung yang juga tidak mau disebut namanya harus menyapu ditempatnya berjualan karena kalau hujan lebat airnya pasti mengenang ditempatnya berjualan.

Ia menyabut, pernah ada rencana dari kepala pasar akan melakukan betonisasi agar lantai datar dan tidak ada genangan saat musim hujan. Namun, wacana tersebut belum ada langkah nyata hingga kondisinya masih becek.

“Kalau hujannya larut sampai 2-3 hari, baunya minta ampun. Menaruh barang juga susah,” jelasnya berkeluh kesah.

Pantauan Balipuspanews, pedagang maupun pembeli harus rela menggunakan sepatu boat saat ke pasar ketika hujan. Kondisi air genangan bisa sampai mata kaki.

Pedagang sayur pun menguruk dengan sayur atau sampah seadanya untuk menutupi genangan agar akses untuk pembeli bisa masuk ke tempat berjualannya.

Akibat dari genangan air tersebut, bau menyengat alias tak sedap pun muncul ditengah pasar terbesar di Kota Denpasar. (bud/bpn/tim)