Senin, Februari 26, 2024
BerandaBulelengPedagang Keluhkan Rencana Pembangunan Gerai Inflasi di Pasar Anyar

Pedagang Keluhkan Rencana Pembangunan Gerai Inflasi di Pasar Anyar

BULELENG, balipuspanews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng berencana membangun Gerai Inflasi di sebelah timur Kantor Unit Pasar Anyar Singaraja dengan luas 10×16 meter dalam waktu dekat. Namun baru-baru ini sejumlah pedagang mengeluhkan rencana tersebut karena dinilai akan berdampak kepada penghasilan mereka sehari-hari.

Bahkan para pedagang sempat berencana mendatangi Gedung DPRD Buleleng, Selasa (12/9/2023), untuk menyampaikan keluhan mereka. Akan tetapi semua batal lantaran para pedagang diajak duduk bersama oleh jajaran Direksi Perumda Pasar Buleleng.

Salah satu pedagang Luh Mariatni asal Kelurahan Penarukan mengatakan wacana pembangunan gerai pasar di Pasar Tradisional terbesar kedua di Singaraja ini terkesan dipaksakan oleh Pemerintah Daerah. Apalagi isunya pembangunan ini juga akan menggusur sejumlah pedagang yang kesehariannya berjualan di Kawasan itu.

Bahkan yang sangat dikhawatirkan para pedagang dengan adanya gerai akan ada persaingan harga. Sebab gerai tersebut akan memberikan harga yang lebih murah kepada pembeli nantinya untuk menekan harga.

“Kalau gerai itu nantinya kan akan menjual grosiran. Kita secara otomatis akan kalah bersaing dengan pemerintah,” kata dia.

BACA :  Mantan Karyawan Gasak Puluhan Sepatu di Gudang Toko

Ia pun mengakui jika sebelumnya sudah sempat ada pembicaraan antara pedagang dengan pengelola pasar. Akan tetapi dirinya bersama pedagang lain tetap tidak setuju dengan rencana pembangunan Gerai Inflasi serta pemindahan mereka ke lantai atas.

Alasan para pedagang tidak mau pindah karena besar kemungkinan menurunkan pendapatan berjualan dibandingkan saat berjualan di bawah.

“Memang ini punya pemerintah, tapi kami mohon hargai juga kami meskipun sedikit. Memang ada (pembicaraan tentang Gerai Inflasi) tapi semua (pedagang) tidak setuju, jadinya kalau berlanjut kan pemaksaan,” keluhnya.

Disisi lain, Direktur Utama PD Pasar Argha Nayottama Kabupaten Buleleng I Putu Suardhana menerangkan pembangunan gerai pasar dengan biaya pembangunan menggunakan dana APBD sebesar Rp 500 juta ini bertujuan untuk melaksanakan operasi pasar.

Dimana ada 9 bahan pokok yang akan dijual untuk menstabilisasi harga pasca inflasi yang terjadi. Bahkan rencana untuk peletakan batu pertama dilaksanakan pada 17 September 2023 ini.

Pihaknya juga menegaskan para pedagang sebenarnya tidak akan dirugikan lantaran tujuan mereka dipindahkan ke atas untuk meramaikan kembali situasi Pasar Anyar khususnya di lantai atas yang sepi. Bahkan tidak akan ada persaingan dengan para pedagang.

BACA :  Turnamen Tenis Meja Meriahkan Peringatan HUT ke-236 Kota Denpasar

Namun harga jual akan sama dengan pedagang untuk mencegah bahan pokok yang dijual dengan harga yang tinggi.

“Tujuannya untuk menstandarisasi harga, jadi bukan untuk merugikan kita bawa ke atas untuk meramaikan juga. Kami sebagai pengelola harus melaksanakan itu, yang terpenting nanti bagaimana harga bisa stabil.

Contoh harga cabe Rp 20 ribu per kg, kami jual juga Rp 20 ribu agar jangan sampai mereka meninggikan harga, karena ulah tengkulak yang ada. Kami sadar setiap kebijakan akan ada pro dan kontra, namun kami tetap tegak lurus dalam menjalankan kebijakan,” paparnya.

Penulis : Nyoman Darma 

Editor : Oka Suryawan 

RELATED ARTICLES

ADS

spot_img

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular