Kios di lantai satu Pasar Umum Gianyar yang sudah kosong, Minggu (24/5/2020) pagi.
Kios di lantai satu Pasar Umum Gianyar yang sudah kosong, Minggu (24/5/2020) pagi.

GIANYAR, balipuspanews.com – Deadline Pemkab Gianyar agar los pasar umum Gianyar dikosongkan dan sudah pindah ke lokasi relokasi paling lambat Minggu (24/5/2020) kompak diikuti para pedagang.

Pantauan balipuspanews.com di Pasar Umum Gianyar Minggu (25/5/2020) pagi, terlihat seluruh kios yang berada di lantai satu hingga tiga pasar terbesar di Gianyar itu sudah dibongkar. Hanya tersisa besi, kayu, dan beberapa sisa yang sudah tidak terpakai.

Dewa, salah satu pedagang yang memiliki kios pakaian di lantai satu menuturkan bahwa dirinya saat ini sedang “metaki-taki” untuk pindah ke lokasi relokasi di Samplangan. Dirinya mengaku bahwa barang dagangannya di kios lantai satu sudah kosong dan dipindahkan kerumahnya.

“Nanti barang dagangan yang sudah tiang taruh di rumah akan diangkut lagi ke lokasi relokasi pasar di Kelurahan Samplangan,” ujarnya sembari memungut sisa-sisa barang di bekas kiosnya.

Dikatakan bahwa dirinya sudah mulai memindahkan barang dagangannya sejak tiga hari yang lalu.

“Sesuai aturan dari Pemkab katanya tanggal 24 ini sudah dikosongkan kiosnya, jadi saat ini sudah kosong semua,” ucapnya.

Sedangkan salah seorang pedagang kebutuhan sehari-hari yang masih berjualan di Pasar Gianyar, Desak mengatakan, bahwa dirinya akan pindah ke tempat relokasi di Samplangan pada Senin siang.

“Ini tiang lagi beres-beres, sambil menunggu tempat tiang siap di relokasi Samplangan jadi tiang berjualan dulu disini,” ujar pedagang yang mengaku sudah 20 tahun berjualan di Pasar Umum Gianyar ini.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Pasar Gianyar, Putu Nengah Nama Artawa mengatakan bahwa batas pedagang di Pasar Gianyar untuk mengosongkan kios serta barang dagangannya adalah sampai selesainya jam pasar hari ini,

“Sesuai jam pasar yakni jam satu siang pedagang sudah harus kososng untuk di Pasar Umum Gianyar dan pindah ke lokasi relokasi di Kelurahan Samplangan,” katanya.

PENULIS : I Ketut Catur

EDITOR : Oka Suryawan