Selasa, Juli 16, 2024
BerandaDenpasarPedagang Pindang Beralih Profesi jadi Pengoplos Gas, Jual Tabung Rp 200 Ribu

Pedagang Pindang Beralih Profesi jadi Pengoplos Gas, Jual Tabung Rp 200 Ribu

DENPASAR, balipuspanews.com – Pengoplos gas elpiji berinisial WR sudah ditahan oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bali. Dari pemeriksaan yang tengah berlangsung, tersangka mengaku pernah bekerja sebagai pedagang pindang dan beralih profesi sebagai pengoplos gas elpiji. Hal ini dilakukannya karena terjerat hutang piutang.

Pengakuan tersangka WR ini terungkap saat penyidik Ditreskrimsus Polda Bali menggelar rilis, pada Rabu (19/6/2024). Menurut Wadireskrimsus Polda Bali AKBP Ranefli Dian Candra, dari hasil pemeriksaan, pria berusia 61 tahun ini dulunya bekerja sebagai penjual pindang bersama istrinya di Pasar Ubud, Gianyar.

Dia menjual gas elpiji oplosan ukuran 3 kg di belakang rumahnya, sejak empat tahun lalu.

“Motifnya karena faktor ekonomi, dia mengoplos gas untuk mencari keuntungan,” bebernya, pada Rabu (19/6/2024).

Tersangka WR mengakui bahwa selama ini keuangannya tidak bisa melunasi hutang hutang, seperti membayar angsuran.

“Dia punya hutang buat bayar angsuran, istrinya tau, dibiarin karena motif ekonomi ini, dari mengoplos lumayan dia menambah untuk bayar angsuran,” terang perwira melati dua dipundak ini.

BACA :  Hari Suci Saraswati, Jajaran Pemkot Denpasar Ngaturang Bhakti di Pura Agung Jagatnatha

Dijelaskannya, modus kejahatan tersangka mengoplos gas yakni dengan menggunakan pipa besi untuk memindahkan gas dari tabung 3 Kg ke tabung 12 Kg. Dalam proses pemindahan, pipa besi tersebut dikelilingi dengan es. Satu tabung 12 Kg dapat diisi empat tabung 3 Kg.

Dalam sehari tersangka bisa menghasilkan dua sampai tiga tabung gas oplosan 12 kilogram. Untuk per tabung dijual seharga Rp 200 ribu.

“Tersangka memperoleh keuntungan Rp 120 ribu setiap tabung,” ujarnya.

Tersangka mengaku melakukan pengoplosan gas setelah belajar dari informasi temannya. Sehingga dia melakukannya sendirian dengan cara manual.

“Dia lakukan secara bergantian dari satu tabung ke tabung lainnya,” tandas mantan Kapolres Tabanan ini.

AKBP Ranefli menambahkan, tersangka hanya punya satu pelanggan yang biasa membeli di tempatnya yaitu seorang pengusaha warung babi guling. Sementara tabung lainnya dijual secara keliling menggunakan mobil pickup.

Terkait dari mana tersangka memperoleh tabung gas, disebutkan dari seseorang warga Baturiti, Tabanan, berinisial M yang merupakan penjual keliling. Tersangka membeli dan menampung sisa tabung pria tersebut. Polisi akan memanggil M untuk dimintai keterangan dalam waktu dekat.

BACA :  Desa Sidakarya Terima Penghargaan dari BNN Kota Denpasar

Selain itu, ada satu agen pangkalan yang diduga sebagai sumber tabung dari WR. Pihak pangkalan itu sudah diperiksa oleh penyidik.

“Kami akan cek apakah ada pelanggaran atau tidak. karena sekali lagi, kalau pengoplosan ini kami tindak tegas distribusinya, ada instansi yang berwenang untuk penyaluran ini sesuai karena alurnya ada regulasinya,” tegasnya.

Mengenai dari mana tersangka memperoleh pipa besi untuk mengoplos, disebutkan bahwa benda itu didapat dari temannya. Di mana, satu batang besi dibeli seharga Rp 100 ribu. Menurut pengakuan WR di hadapan awak media, teman yang menjual pipa besi tersebut adalah pria asal Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Saya ketemu orang itu di jalan, tapi saya tidak tahu namanya dia,” ucap tersangka.

Sebelumnya, Polda Bali yang menggerebek praktek pengoplosan gas LPG di Desa Abiansemal, Badung, pada Minggu 16 Juni 2024. Pelaku berinisial WR tertangkap basah saat mengoplos gas 3 Kg ke ukuran 12 Kg.

Di TKP, Polisi menyita barang bukti ratusan tabung gas. Rinciannya, tujuh buah tabung gas LPG 12 Kg kosong, 40 buah tabung gas LPG 12 Kg berisi 107 buah tabung gas LPG 3 Kg berisi, 174 buah tabung gas LPG 3 kg kosong.

BACA :  Rapat Paripurna Masa Persidangan Kedua DPRD Badung, Fraksi Badung Gede Sorot Infrastruktur Jalan dan Kemacetan

Selain itu, 15 buah pipa besi sepanjang kurang lebih 15 cm (alat memindahkan isi gas ke tabung lain, satu unit mobil Suzuki Carry Nopol DK-8204-FE warna hitam, serta peralatan pengoplos lainnya.

Penulis: Kontributor Denpasar

Editor: Oka Suryawan 

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular