Peka Manfaatkan Potensi Alam, Presiden INTO Apresiasi Bupati Gianyar

Para Delegasi ICNT dari 31 Negara, tertegun dengan keberadaan Kebun Raya Gianyar (KRG) di Pilan, Kerta Payangan
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Gianyar, balipuspanews.com – Para Delegasi ICNT dari 31 Negara, tertegun dengan keberadaan Kebun Raya Gianyar (KRG) di Pilan, Kerta Payangan. Hal tersebut terungkap saat para delegasi mengunjungi KRG, Kamis (14/9).

Para Delegasi diajak melakukan penanaman pohon, pengenal pohon upakara yang ada pada kebun raya tematik dan pelepasan burung endemik sebanyak 300 ekor dengan makna kembali ke alam.

Selain itu juga diajak melihat pohon anggrek khas pilan, yang belum ada ditempat lain.

Presiden International National Trusts Organisation (INTO), Dame Fiona Reynold,  mengapresiasi Bupati Gianyar, AA Gde Agung Bharata yang peka memanfaatkan potensi alam yang ada di Kerta Payangan. Dimana Hutan Desa yang kesannya terlantar dan kurang tertata, dimanfaatkan oleh Agung Bharata sebagai kebun raya. Menurutnya, Agung Bharata berupaya melakukan pelestarian alam yang bermanfaat bagi masyarakat. Diharapkannya, keberadaan kebun raya ini akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Bupati Agung Bharata sudah berpikir kedepan, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat,” ujarnya saat menjadi pembicara pada Workshop Climate Change di Ubud, Kamis (14/9).

Setelah mengikuti workshop, delegasi dari 31 negara diajak mengunjungi Kebun Raya Pilan, melaksanakan pelepasan burung dan penanaman pohon. Hampir seluruh delegasi kagum dengan Kebun Raya yang digagas Bupati Gianyar, AA Gde Agung Bharata. Mereka diajak masuk untuk melihat koleksi tanaman yang ada di Kebun Raya, yang mengoleksi. berbagai macam tumbuhan itu.

Aktivis Lingkungan, Lanang Sudira, yang ikut dalam kunjungan ke Kebun Raya Gianyar, mengaku menyaksikan kekaguman delegasi terhadap Kebun Raya Gianyar, sebagai pelestarian atau konservasi fungsi ekosistem, penjaga iklim mikro, dan pengendali tata air dan penyediaan air bagi kehidupan.

“Mereka yang datang dari 31 negara itu, benar-benar kagum dengan Kebun Raya Gianyar ini,” jelasnya.

Menurutnya, saat berkunjung ke kebun raya, para delegasi itu benar-benar memperhatikan koleksi tumbuhan yang ada. Mereka semakin kagum setelah mendapatkan pemaparan tetang manfaat beberapa tumbuhan. Dimana tumbuhan-tumbuhan itu dimanfaatkan untuk kegiatan upacara agama maupun untuk pengobatan.

“Mereka serius melihat koleksi tumbuhan yang ada,” ungkapnya.

Lanang Sudira, mengaku kagum dengan Agung Bharata sebagai pelestari lingkungan. Ia mendengar beberapa ungkapan dari para delegasi yang kagum dengan Bupati Gianyar. “Mereka kagum dengan bupati yang melestarikan lingkungan,” jelasnya.

Menurutnya, dengan ikutnya Gianyar sebagai anggota ICNT, lebih-lebih sebagai tempat pelaksanaan ICNT yang ketiga, membuktikan Agung Bharata sangat peduli dengan pelestarian lingkungan, seni dan budaya. “Saya kagum dengan Bupati, Agung Bharata yang sangat peduli dengan pelestarian ligkungan dan seni budaya,” ujarnya.

Sedangkan Kepala DLH, Wayan Kujus Pawitra, mengatakan, pembangunan KRG tidak boleh berhenti sampai soft opening. Ia mengaku siap untuk mewujudkan keberadaan kebun raya yang digagas Bupati Gianyar ini.

Wayan Kujus Pawitra menjelaskan, tujuan pembangunan KRG bagi masyarakat Desa Pakraman Pilan dan juga masyarakat Gianyar untuk pelestarian atau konservasi fungsi ekosistem, penjaga iklim mikro, dan pengendali tata air dan penyediaan air bagi kehidupan kita saat ini dan dimasa yang akan datang, disamping manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. “Pembangunan KRG tidak dapat diukur hanya semata-mata dari untung atau rugi dari sisi ekonomi saja, bahkan konstribusi kerama Desa Pakraman Pilan sangat besar dalam mewujudkan KRG,” jelasnya.

Menurutnya, Kebun Raya Gianyar dibangun atas kerjasama Pemerintah Kabupaten Gianyar, Desa Pakraman Pilan, dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, secara struktural dikelola oleh UPT Kebun Raya Gianyar yang berada dibawah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gianyar. “Pengelolaan secara operasional rencananya dikerjasamakan dengan Desa Pakraman Pilan,” pungkasnya.

Tinggalkan Komentar...