Kunjungan kerja Menteri BUMN, Rini Soemarno di Pelabuhan Benoa
Kunjungan kerja Menteri BUMN, Rini Soemarno di Pelabuhan Benoa
sewa motor matic murah dibali

DENPASAR, balipuspanews. com – Direktur Utama PT Pelindo III Doso Agung, mengungkapkan bahwa pengembangan Pelabuhan  Benoa akan mendukung rencana pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bidang Pariwisata di Bali yang didengungkan oleh Gubernur Bali Wayan Koster disela-sela kunjungan kerja Menteri BUMN, Rini Soemarno di
Pelabuhan Benoa sekaligus menghadiri acara adat sebagai tanda dimulainya pembangunan Melasti di wilayah
Pelabuhan Benoa.

“Pelabuhan Benoa disiapkan untuk menjadi gerbang laut wisatawan mancanegara yang datang ke Bali dengan kapal-kapal pesiar internasional berukuran besar. Dengan pengembangan yang terintegrasi, nantinya pelabuhan  jalan masuk menuju destinasi-destinasi pariwisata andalan di sekitarnya,” ujar Doso, Denpasar, Selasa (10/9).

Doso Agung menjelaskan, sesuai arahan Gubernur Bali I Wayan Koster bahwa seluruh pengembangan di Bali  harus ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan perekonomian masyarakat Bali, melalui upaya-upaya yang selaras dengan pelestarian alam.

Pada kesempatan yang sama, Menteri BUMN juga menjelaskan kepada awak media bahwa dengan pengembangan pelabuhan benoa, tidak hanya pariwisata saja yang akan tumbuh, kegiatan kepelabuhanan lainnya juga akan menstimulus ekonomi di Bali seperti nanti supply energy juga akan lebih baik karena pertamina,  dan LNG akan dipindahkan ke lokasi yang lebih aman serta luas tentunya akan menambah kapasitas ketersediaan energy untuk Bali dan, Menteri Rini juga menyempatkan untuk hadir pada acara adat yaitu Upacara Guru Bendu Piduka sebagai tanda dimulainya pembangunan fasilitas pemelastian untuk desa adat Pedungan, kemudian dilanjutkan kunjungan ke proyek pengembangan pelabuhan Benoa secara langsung.

Dari sisi religi, sejak awal sudah masuk dalam rencana pengembangan Pelabuhan Benoa, Pelindo III telah  menyelesaikan penyiapan area seluas hingga 1 hektar untuk pembangunan lokasi Upacara Melasti umat Hindu  dan juga sebagai penghormatan tertinggi pada Krama Bali.

“Selain dari sisi religi dan lingkungan, pengembangan destinasi pariwisata dan infrastruktur pendukungannya
yang selaras kearifan lokal juga akan membuka banyak kesempatan bagi terbukanya lapangan pekerjaan dan
peluang berwirausaha bagi masyarakat Bali sendiri. Selain tentunya juga berkontribusi pada perekonomian
nasional, karena Pelabuhan Benoa dan sektor pariwisata Pulau Dewata merupakan bagian penting dari integrasi logistik, transportasi, dan wisata,” pungkas Doso.

“Hingga kini dari dua tahap sudah ditanam sekitar 100 ribu bibit bakau di wilayah pesisir perairan Pelabuhan Benoa
yang sudah ditanam hingga seluas kurang lebih 4 hektar. Semakin rimbunnya habitat bakau yang terestorasi akan sejalan dengan pengembangan berbagai destinasi wisata selaras alam lain.

Jadi ke depan, pelabuhannya asri, destinasi wisatanya asri, sehingga diharapkan dapat berkelanjutan. (rls/bpn/tim)