Pelajar SMA Tewas Tenggelam di Air Terjun Mabun Pakisan

KUBUTAMBAHAN, balipuspanews.com — Seorang pelajar bernama Gede Sumerta (17) dikabarkan tewas tenggelam di air terjun Mabun, Banjar Kelandis, Desa Pakisan, Kecamatan Kubutambahan Kabupaten Buleleng, Minggu (8/12).

 

 

Seizin Kapolres Buleleng, Kapolsek Kubutambahan AKP Made Mustiada SH, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

 

 

Kapolsek Mustiada menceritakan kronologi kejadian bermula saat korban saat ini duduk di kelas X salah satu SMA di Petang, Kabupaten Badung, bersama dua orang temannya Kadek Sariantika (16) dan Komang Redi Artawan (16) berangkat bersama menuju air terjun Mabun di Banjar Kelandis, Desa Pakisan.

 

 

 

Tiba di lokasi sekitar pukul 10.00 WITA, korban langsung mandi dan meninggalkan kedua rekannya berada di pinggir air terjun.

 

 

 

Kedua rekannya melihat korban menghilang saat berada di tengah derasnya air terjun. Mereka akhirnya berteriak meminta bantuan kepada sejumlah warga yang kebetulan berada diatas areal air terjun Mabun.

 

 

 

“Korban tidak bisa berenang langsung ditarik derasnya pusaran air kedalam dasar air terjun. Korban sempat ditolong oleh tetangganya Jero Mangku Sumadia. Namun, tekanan air terjun terlalu deras sehingga korban tidak bisa diselamatkan dan akhirnya tenggelam di kedalaman dasar air terjun sekitar 5 meter,” ungkap Kapolsek Mustiada dihubungi melalui telepon seluler, Minggu (8/12) malam.

 

 

 

Masyarakat akhirnya melaporkan kejadian tersebut, lantaran pencarian terhadap korban tak membuahkan hasil.

 

 

 

Tim basarnas berkekuatan 9 personil akhirnya diturunkan melakukan pencarian ke tempat kejadian perkara (TKP).

 

 

 

“Tubuh korban berhasil dievakuasi dari dasar pusaran air terjun sekitar pukul 15.50  WITA. Jenazah korban kemudian langsung dibawa ke rumah duka untuk prosesi penguburan,” tutupnya.