Selasa, Februari 27, 2024
BerandaNewsHukum & KriminalPelaku Budiarta Main Tebas Akibat Korban Menutup Akses Jalan

Pelaku Budiarta Main Tebas Akibat Korban Menutup Akses Jalan

KARANGASEM, balipuspanews.com – Apa yang menjadi penyebab pelaku Kadek Budiarta, 30, main tebas terhadap Ketut Blongkoran,70, warga Banjar Dinas Darmawinangun, Desa Tianyar, Kubu, Karangasem, akhirnya terjawab. Kepada polisi, pelaku mengaku melakukan tindakan nekad itu karena dendam kepada korban karena aksi korban menutup akses jalan ke rumah pelaku 2006 lalu.

Belum cukup sampai disitu.Tahun 2007 pelaku kembali naik pitam saat korban melarangnya mencari daun gamal dilahan milik orang lain yang digarap korban. Tak sampai disana, sakit hati dan dendam Budiarta semakin dalam setelah kembali terjadi perselisihan antara keluarga Budiarta dengan Blongkoran karena masalah memindahkan ternak sapi kekandangnya pada tahum 2008.

Selasa ( 31/12/2019) pelaku dipamerkan polisi kepada awak media. Pelaku tertunduk lesu dengan kondisi tangan diborgol saat dihadirkan dalam press release di Polres Karangasem.

Seperti diberitakan sebelumnya,
Sabtu (28/12/2019) Budiarta mendapati Blongkoran tengah memotong daun pohon dan membiarkan kambing – kambing peliharaannya berkeliaran dilahan yang digarap oleh Budiarta.

Disana rupanya Budiarta tak lagi mampu menahan rasa dendam dan sakit hati yang selama ini ditahannya, tanpa pikir panjang Budiarta langsung mengambil sebilah pedang dengan panjang hampir satu meter itu ditebaskan kebagian tubuh korban dan mengenai bagian punggung dan wajah korban.

BACA :  Ucapkan Selamat Galungan, Kuningan dan Nyepi, Ketua DPRD Karangasem, I Wayan Suastika Ajak Masyarakat Mulat Sarira

Kapolres Karangasem, AKBP. ni Nyoman Suartini mengatakan, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya pelaku dikenakan pasal 351 ayat (2) penganiayaan yang mengakibatkan luka berat dan pasal 2 UU darurat nomor 12 tahun 1951 tanpa hak memiliki, menguasai dan menggunakan senjata penikam dan penusuk yang mengakibatkan korban menglami luka berat.

“Untuk sanksi hukumnya, berdasarkan pasa 351 ayat(2) KUHP tersangka diancam dengan hukuman paling lama 5 tahun dan Pasa 2 UU darurat no 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara,” terang Kapolres Karangasem.(igs/tim/bpn)

RELATED ARTICLES

ADS

spot_img

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular