Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

GIANYAR, Balipuspanews.com- Kasus tabrak lari yang terjadi di lampu merah Taman Kota Gianyar yang mengakibatkan Wayan Sujati (46) meninggal ditempat dan Made Febri Wiracahyani (16) patah tulang kaki pada, Sabtu (9/2) dinihari sampai saat ini pelaku masih misterius.

Duka yang cukup mendalam tentunya dialami oleh pihak keluarga korban yang berharap pelaku segera menyerahkan diri dan mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Salah seorang menantu almarhum korban Putu Jesse menyatakan bahawa korban yang merupakan mertuanya tersebut meninggal ditempat dan adiknya masih dirawat dirumah sakit.

“Korban mertua tiang meninggal ditempat dan adik tiang sekarang dirawat di Rumah Sakit Sanjiwani karena patah kaki, rencananya akan segera dioperasi,” ungkapnya kepada Balipuspanews.
Dirinya mengaku bahwa pihak keluarga sudah mengikhlaskan kepergian almarhum, namun pihaknya hanya meminta pertanggung jawaban terhadap adiknya yang saat ini masih tergolek lemas di Rumah Sakit.

“Keluarga sudah berusaha ikhlas, kami hanya meminta pertanggung jawaban pelaku terhadap adik tiang,” ujarnya.

Putu Jesse juga mengaku bahwa pihak keluarga menerima secara kekeluargaan apabila pelaku mau bertanggung jawab terhadap adiknya dan mengakui kesalahannya.

“Kita akan terima secara kekeluargaan asal pelaku mau mengakui kesalahan dan memang mau bertanggung jawäb terhadap adik tiang,” tambahnya.

Kanit Laka Polres Gianyar Ipda I Ketut Nariawan mengaku bahwa pihaknya masih berupaya melakukan penyelidikan dengan cara melihat rekaman CCTV yang berada di sekitar lokasi kejadian.

“Kami masih berupaya mengecek hasil rekaman kamera CCTV di sekitar lokasi,” uangkapnya.

Dari pantauan CCTV diketahui bahwa pelaku yang menabrak korban adalah mengendarai mobil Pick Up, namun pelaku sampai sekarang masih misterius.

Caption: Gambar detik-detik terjadinya aksi tabrak lari yang terpantau melalui kamera CCTV di sekitar lokasi kejadian, Sabtu (9/2) dinihari. (banaspati/bpn/tim)

Advertisement
Loading...