Anggota Ditreskrimsus Polda Bali membekuk 3 pelaku penipuan online mengaku pejabat Polda Bali.
Anggota Ditreskrimsus Polda Bali membekuk 3 pelaku penipuan online mengaku pejabat Polda Bali.
sewa motor matic murah dibali

DENPASAR, balipuspanews.com -Anggota Ditreskrimsus Polda Bali membekuk 3 pelaku penipuan online mengaku pejabat Polda Bali. Tiga pelaku yakni berinisial NIA, PCV dan MUR dibekuk secara serempak di Bekasi Jakarta Selatan dan Ciputra Timur Tangerang Jakarta Selatan. Salah seorang pelaku (lidik) merupakan napi lapas yang pernah terlibat kasus serupa.

Terungkapnya kasus ini atas laporan korbannya Ir. I Putu Oka Semadi ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Bali, 23 Oktober 2019 lalu. Korban kehilangan uang puluhan juta setelah ditipu kawanan penipuan online mengaku pejabat Polda Bali.

“Pelaku menipu korban melalui whatsapp dan mengaku pejabat Polda Bali,” terang Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Hengky Widjaja, Selasa (12/11/2019).

Atas laporan korban, Tim Opsnal Subdit V (siber) dipimpin Kanit I Kompol I Wayan Wisnawa Adi Putra bergerak menyelidiki. Akhirnya para terlacak berada di wilayah hukum Polda Metro Jaya, pada Selasa, 05 Nopember 2019.

“Pelaku terlacak tinggal di daerah Bekasi, Jakarta Selatan dan Tangerang Selatan. Awalnya kami tangkap satu pelaku MUR dan diinterogasi,” ujar Kombes Hengky.

Berdasar keterangan pelaku MUR, berlanjut penangkapan pelaku NIA di Bekasi Jawa Barat dan PCV di Ciputra Timur, Tangerang Selatan, Banten. Diinterogasi, pelaku NIA membenarkan bahwa rekening miliknya BCA nomor 6590150191 digunakan untuk mentransfer uang sebesar Rp 20 juta.

Uang itu diakuinya hasil dari penipuan online yang ditransfer oleh ayah kandungnya, berinisial SAA.
Ayah kandungnya ini pernah ditangkap Polda Jawa Timur dan kini mendekam di rumah tahanan Gresik karena terlibat kasus yang sama, penipuan online.

“Jadi, ayah kandung yang bersangkutan, SAA, meminta nomor rekening NIA untuk mentransfer uang Rp 20 juta. NIA tahu uang itu uang hasil kejahatan penipuan online,” tegas perwira melati tiga yang akan bergeser ke Mabes Polri itu.

Sementara dari penangkapan tiga pelaku, turut diamankan barang bukti lainnya. Dari pelaku NIA disita 2 unit Handphone dan 1 kartu ATM, dari MUR berupa uang tunai Rp 900.000 dan sebuah buku tabungan BCA dan dari PCV 1 buah handphone dan 1 buku tabungan BRI. “Saat ini para pelaku masih diamankan di Rutan Gresik,” terangnya. (pl/bpn/tim)