Jumat, Oktober 30, 2020
Beranda Bali Badung Ribut IMB Eks Sari Club di Media, Dewan Badung Bersikap jika Timbulkan...

Ribut IMB Eks Sari Club di Media, Dewan Badung Bersikap jika Timbulkan Kerawanan Sosial

KUTA, balipuspanews.com – DPRD Kabupaten Badung belum bersikap terkait dengan pro kontranya persoalan keluarnya Ijin Mendirikan Bangunan restauran di tanah eks bom bali Sari Club (SC).

“Sepanjang ini yang menjadi dominan DPRD Badung khan wilayah Badung, sementara tak ada surat resmi masyarakat setempat, ini khan ributnya di media, kita lihat ke depannya apakah memenuhi unsur -unsur, biar enggak masalah sedikit dewan turun, tapi tak menyelesaiakn masalah, kalau nanti kita menganggap kalau masalah itu menimbulkan kerawanan sosial secara umum mengganggu kondisi Badung baik secara sosial maupun fsikis tentu kita akan bersikap apakah nanti dirumuskan dalam komisi atau keputusan komulatif atau bersama, ” kata Ketua Fraksi PDIP DPRD Badung, I Gusti Anom Gumanti, SH ketika dikonfirmasi terkait masalah protes IMB Eks Sari Club dari PM Australia, Selasa (30/4)

Yang pasti, secara umum kata politisi asal Kuta ini menjelaskan pertama melihat kondisi tahun 2002 faktanya kejadiannya itu ada disekitar eks SC, dengan kondisi seperti monumen sudah dibangun masalahnya lahan itu SHN atau milik pribadi sehingga pemerintah tak bisa membendung, karena masalah investasi memberikan Analisis Dampak Berganda (Multiplier Effect) kepada Pemerintah Kabupaten Badung mulai dati PAD, tenga kerja dan lain sebaianya.

Kedua apa yang dilakukan pemilik laan sudah sesuai dengan prosedur mereka, bahkan sudah memenuhi aturan dalam mengajukan IMB dengan syarat yang sudah ditetapkan.

“Ya artinya saya menyerakan sepenuhnya kepada pemilik lahan, namun saya memohon jangan melupakan peristiwa tahun 2002 dengan membuat monumen tanpa menonjolkan restauran, sehingga peristiwa tahun 2002 itu tak hilang begitu saja,” ujarnya.

Sebelumnya lahan eks Sari Club (SC) dipastikan akan diberdayakan. Di atas lahan seluas 15 are dan sudah mangkrak belasan tahun tersebut akan dibangun restoran.

Hal itu dikemukakan perwakilan pemilik lahan saat jumpa pers dengan dengan sejumlah media baik lokal, nasional dan internasional di sebuah hotel di bilangan Legian, Senin (29/4). Perwakilan keluarga yang hadir yakni Zein Candra didampingi juru bicara Rini.

Menurut Zein Candra, pembangunan restoran ini bukan berarti tidak menghormati para korban bom di tempat ini. “Kami hanya ingin memberdayakan lahan ini setelah belasan tahun mangkrak,” katanya. (art/bpn/tim)

- Advertisement -

Bayi Yang Dibuang, Lahir Di Kamar Mandi

NEGARA,balipuspanews.com- Kedua orang tua bayi perempun yang dibuang di bale bengong panti asuhan Giri Asih, Melaya, sudah diamankan polisi. Dari keterangan sementara, bayi hasil hubungan...

Usut Praktik Jual Beli Senjata Ilegal ke Separatis Papua

JAKARTA, balipuspanews.com - Praktik jual beli senjata ilegal ke Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua, yang melibatkan oknum anggota Brimob harus diselidiki secara tuntas...
Member of