Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Gianyar, balipuspanews.com – Puri Ubud akan menggelar upacara pelebon pada 2 Maret mendatang sebagai persembahan terakhir untuk almarhumah Anak Agung Niang Agung, yang merupakan ibu dari Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati.

Menurut Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati atau akrab dipanggil Cok Ace, persiapan upacara ini sudah dilangsungkan sejak 31 Januari lalu. Di mana saat ini, bade setinggi 27 meter sedang dalam proses pembuatan yang dikerjakan ratusan orang.

“Bergilir sistem pengerjaannya. Setiap hari rata-rata 100 orang yang mengerjakan bade serta pekerjaan lain berkaitan dengan pelebon ini. Padahal yang ngayah ini juga memiliki pekerjaan dan kesibukan, tapi masih mengupayakan terlibat kebersamaan dengan niat keikhlasan,” ujar mantan Bupati Gianyar dua periode ini.

Arsitek atau undagi pembuatan bade, ujar Cok Ace, adalah keluarga sendiri, yakni Tjokorda Gde Raka Sukawati. Pembuatan bade pun dilangsungkan pada tanggal 31 Januari, bertepatan dengan ‘nuasin karya’ sebagai tanda dimulai karya pelebon Puri Ubud.

“Kalau untuk lembu, pengerjaannya khusus dari Campuhan. Nanti pada hari H, upacara berlangsung di Setra Dalem Puri Ubud dan jaraknya sekitar 1 km dari Puri Ubud. Upacara pelebon ini sengaja dilangsungkan sebagai penghormatan dan persembahan terakhir untuk ibunda Anak Agung Niang Agung,” katanya.

Anak Agung Niang Agung yang merupakan ibunda dari Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati meninggal dunia di rumah sakit Bros, Denpasar, pada Minggu (14/1) lalu. Wanita ini adalah istri kedua dari Tjokorda Gde Agung Sukawati (alm).

Istri pertama Tjokorda Gde Agung Sukawati adalah AA Niang Mengwi (alm) yang sudah wafat pada 2000 lalu. Sementara, istri ketiga yang merupakan ibu kandung Cok Ace sendiri, ialah AA Niang Rai (alm), yang telah meninggal pada 2011 lalu pada di usia 76 tahun.

Advertisement

Tinggalkan Komentar...