Drs I Gusti Made Suarbhawa, Kepala Balai Arkeologi Provinsi Bali
Drs I Gusti Made Suarbhawa, Kepala Balai Arkeologi Provinsi Bali
sewa motor matic murah dibali

DENPASAR, balipuspanews.com – Kepala Balai Arkeologi Provinsi Bali mengapresiasi rencana pembangunan Living Museum Mata Air dan Rilief Jaman Batu di Desa Pesaban, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karanagsem

“Kami apresiasi adanya kesadaran melestarikan dan memanfaatkan lingkungan yang ada apalah nantinya dinamakan museum lapangan, eko museim, living museum terserah yang penting menonjolkan ciri khas masing -masing,” kata Drs I Gusti Made Suarbhawa, Kepala Balai Arkeologi Provinsi Bali usai menyerahkan hasil kajian relief laki dan perempuan di subak Mukaya Dag Dag kepada Ketua Pokdarwis Pesaban, I Putu Artayasa di kantor setempat, Rabu (14/8/2019).

Yang jelas, kata Suarbhawa dalam pelaksanaannya nanti marwah museum tidak menyimpang.

” Ada empat marwah museum yakni tempat penelitian, pelestarian, tempat belajar serta rekreasi,” ujarnya.

Lebih jauh ditekankan yang jelas Museum itu sebagai tempat memberikan pemahaman dan penyadaran pemilik.

Sehingga lingkungannya mampu mengedukasi masyarakat kearah pelestaruian sehingga kedepannya mampu memberikan manfaat secara ekonomi.

Salah satunya adalah kesejahteraan masyarakat setempat.

Sebelumnya batu bersejarah serta rilief yang berada di bebatuan diperkirakan berumur 30 Ribu tahun itu menjadi salah satu dorongan untuk melakukan konservasi sekaligus membangun Living Musrum Mata Air dan Rilief Jaman Batu Pesaban.

” Bebatuan bersejarah itu menjadi dinding Mata Air, dan diseputaran rilief tumbuh mata air bersejarah ini menjadi motivasi kuat kenapa kami membangun living museum,” kata Putu Artayasa, Ketua Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Saban Bercahaya, I Putu Artayasa. (art/bpn/tim)