Ilustrasi ketok palu Net.
Ilustrasi ketok palu Net.
sewa motor matic murah dibali

GIANYAR, Balipuspanews.com – I Nyoman Suastawa salah seorang warga di Banjar Susut, Desa Buahan, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar harus berurusan dengan hukum karena dirinya dituntut karena membuat kandang babi serta memelihara babi didekat restoran Nandini Hotel. Di Pengadilan Negeri Gianyar pihak penggugat hotel dan pihak tergugat I Nyoman Suastawa didampingi oleh penasehat hukum masing-masing yang disidangkan oleh Majelis Ketua A.F.S. Dewantoro, SH didampingi Hakim Anggota masing-masing Nyoman Agus, SH dan Alim Sorinda, SH.

Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Gianyar,A.F.S. Dewantoro, SH ditemui di PN Gianyar, Kamis (16/5) mengatakan sidang sudah berlangsung  beberapa kali diantaranya panggilan para tergugat dan penggugat, mediasi. Karena mediasi gagal sehingga  sidang dengan gugatan dan dilanjutkan dengan jawab menjawab. Setelah agenda jawab menjawab, dilanjutkan  pengajuan bukti-bukti diantaranya bukti surat. Pemeriksaan lokasi yang dilakukan PN Gianyar pemeriksaan setempat (PS).

“Kamis hari ini pemeriksaan saksi tergugat. Kamis (23/5) depan pemeriksaan saksi ahli dari penggugat,”katanya.

Dalam pemeriksaan saksi-saksi, tergugat merupakan pensiunan PNS membuat kandang babi sejak 1 tahun yang lalu. Sementara Nandini Hotel sudah dibangun tahun 2005 lalu. “Dulu kandang babi dibuat jauh dari hotel, namun 1 tahun belakangan ini tergugat membuat kandang babi dekat dengan restoran. Bahkan Majelis Hakim  bersama tim sudah melakukan pemeriksaan setempat jarak kandang babi dengan restoran sekitar 7 meter dan kandangnya ukurannya kandang 3 meteran dengan babi 2 ekor.

Dikatakan, baik penggugat dan tergugat sama-sama menggunakan jasa pengacara. Terhadap kasus ini  sudah pernah dilakukan mediasi kepada kedua belah pihak, namun sayang tidak ditemukan kata kesepakatan. Kesepakatan ini tidak berhasil karena permintaan pihak penggugat terlalu tinggi. “Karena permintaannya terlalu tinggi sehingga pihak tergugat tidak bisa memenuhi, sehingga sidang berlanjut,”kata Majelis Hakim.

Sidang sudah berlangsung berkali-kali, Saksi yang diajukan penggugat diantara customer yakni tamu yang menginap dihotel, namun batal karena ada bau kotoran babi. Ada tamu yang makan namun banyak lalat sehingga para tamu yang complain mendapat kompensasi dari pihak hotel.

“Saksi pertama makan direstoran, namun karena banyak lalat sehingga dapat diskon pembayaran. Saksi yang kedua makan dihotel tersebut karena complain sehingga tamu tidak bayar makan alias digratiskan,” kata Majelis Hakim.

Dalam gugatan penggugat menghukum dan memerintahkan  tergugat untuk membongkar kandang babi yang dibangun tergugat  di tanah milik tergugat. Memerintahkan tergugat  untuk tidak membangun kandang ternak atau tindakan lain apapun yang patut diketahuinya dapat mengganggu kenyamanan dan kesehatan lingkungan hotel Nandini Hotel yang dikelola oleh penggugat
Menghukum dan memerintahkan tergugat untuk membayar ganti rugi material kepada penggugat yang seluruhnya sebesar Rp.2.909.437.320 ditambah bunga sebesar 6% per tahun terhitung sejak gugatan ini didaftarkan di Pengadilan Negeri (PN) Gianyar sampai dengan dibayar lunas kerugian tersebut.(catur/bpn/tim).

Tinggalkan Komentar...