Pemajuan Kebudayaan Dalam Rangka Menyelesaikan Masalah Masyarakat

Kemendikbud menggelar kegiatan sosialisasi Pemajuan Kebudayaan Untuk Meningkatkan Citra Bangsa di Hotel Grand Metro Tasikmalaya, Sabtu (19/12) dengan protokol kesehatan yang ketat.

Tasikmalaya, balipuspanews.com – Pada Acara sosialisasi Pemajuan Kebudayaan Untuk Meningkatkan Citra Bangsa yang berlangsung di Hotel Grand Metro Tasikmalaya, Sabtu (19/12). Anggota DPR Fraksi Partai Golkar di Komisi X Ferdiansyah, SE, MM dalam sambutannya mengatakan sosialisasi atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan harus terus dilakukan secara masif di berbagai daerah.

Ferdiansyah menekankan, yang terpenting dari sosialisasi UU No 5 Tahun 2017 ini adalah tindak lanjut yang diterapkan dalam kehidupan masyarakat.

“Bersama mitra kami dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) RI, TNI dan Polri selalu dilibatkan dalam sosialisasi pemajuan kebudayaan dengan tujuan agar selalu mengedepankan budaya dalam menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi di lapangan atau masyarakat,” kata Sekretaris FPG MPR RI.

Lebih lanjut Ferdiansyah menilai pemajuan kebudayaan harus dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan. Pasalnya selama ini banyak yang menganggap konteks pemajuan kebudayaan sangat parsial atau hanya dalam lingkup sempit sebatas seni dan budaya saja.

“Selama ini tidak sedikit orang yang menganggap konteks pemajuan kebudayaan sangat parsial, dimana budaya hanya sebatas seni dan budaya saja. Padahal budaya itu termasuk etos kerja, karakter, termasuk ciri khas masing-masing budaya dan kearifan lokal yang ada di daerah masing-masing,” ungkapnya.

“Seperti masyarakat dalam kehidupan sehari-hari punya perilaku santun, ramah, peka, berjiwa sosial, bergotong royong dan tenggang rasa itu, mencari akhirnya ke depan, jadi kebiasaan akhirnya menjadi budaya, dan ciri khas Indonesia,” tambahnya.

Sementara itu, Panitia Pelaksana, Fatwa Yulianto mengatakan kegiatan ini terus dilakukan dalam rangka memberikan informasi terkait bagaimana kita menggali dan mengimplementasikan pemajuan kebudayaan khususnya dalam rangka meningkatkan citra bangsa Indonesia dan pada khususnya dunia Internasional.

Pelaksanaan kegiatan sosialisasi Pemajuan Kebudayaan Untuk Meningkatkan Citra Bangsa diikuti sebanyak 200 orang peserta yang terdiri dari para seniman, budayawan, penggiat budaya, Guru seni budaya, dan Akademisi yang ada di Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Tasikmalaya.

“Pelaksanaan kegiatan sosialisasi Pemajuan Kebudayaan Untuk Meningkatkan Citra Bangsa dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat yaitu para peserta wajid rapid tes sebelum acara dan melakukan 3M Memakai masker, Mencuci Tangan dan Menjaga jarak,” tuturnya.

Sekretaris Direktorat Jenderal Kebudayaan, Fitra Arda mengatakan kebudayaan memiliki peran membantu masyarakat dalam melewati pandemi Covid-19. Paling tidak, dengan pengetahuan masa lalu.

Fitra menilai Tasikmalaya memiliki potensi ekonomi yang terbilang tinggi di Jawa Barat dengan banyaknya UKM dan berkontribusi pada geliat ekonomi nasional.

“Tasikmalaya merupakan daerah yang punya potensi ekonomi baik. Kabupaten Tasikmalaya dengan sumber daya alamnya dan Kota Tasikmalaya dengan wilayah urbannya,” katanya.

Disampaikannya, Amanat Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan membawa semangat baru dalam upaya pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan nasional. Hal ini sejalan pula dengan amanat Presiden Republik Indonesia agar memberikan peran strategis bagi kebudayaan nasional dalam pembangunan.

Penulis/editor: Ivan Iskandaria.