Pemajuan Kebudayaan Harus Konsisten dan Berkesinambungan

Ditjen Kebudayaan Kemendikbud menyelenggarakan Acara Sosialisasi Pemanfaatan Objek Pemajuan Kebudayaan berlangsung Hotel Santika Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (14/11).

JAKARTA, balipuspanews.com – Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar di Komisi X, Ferdiansyah menilai pemajuan kebudayaan harus dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan. Pasalnya selama ini banyak yang menganggap konteks pemajuan kebudayaan sangat parsial atau hanya dalam lingkup sempit sebatas seni dan budaya saja.

Menurut Ferdiansyah, Budaya itu termasuk etos kerja, karakter, termasuk ciri khas masing-masing budaya dan kearifan lokal yang ada di daerah masing-masing. “Suatu bangsa akan lebih besar jika nilai-nilai budayanya telah mengakar dalam kehidupan masyarakat,” kata Ferdiansyah pada acara Sosialisasi Pemanfaatan Objek Pemajuan Kebudayaan berlangsung Hotel Santika Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (14/11).

Ia mengungkapkan pemanfaatan objek pemajuan kebudayaan dalam memuat dan ideologi politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan bisa bisa menjadi penguatan ideologi dan mengandung banyak nilai positif yang dapat diterapkan dalam menjalin kehidupan bermasyarakat bernegara akan nilai-nilai multi kultural berupa nilai kemanusiaan.

“Tantangan kebangsaan dalam ideologi Pancasila sedikit menyangkut juga tugas kami di MPR. Menurut TAP MPR No 6 tahun 2001 tentang etika kehidupan berbangsa Bagaimana dengan 10 objek pemajuan kebudayaan bisa juga menjawab etika kehidupan berbangsa dari aspek mana. Tentunya dari 10 objek ini mana yang punya korelasi ataupun relevan terhadap pemanfaatan 10 objek kebudayaan tadi pemajuan kebudayaan untuk menjawab masalah pokok bangsa,” ujarnya.

Dijelaskannya, pada Pasal 4, UU Nomor 5 Tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan menyebutkan beberapa tujuan dari pemajuan kebudayaan, yakni mengembangkan nilai-nilai luhur budaya bangsa, memperkaya keberagaman buaya, mempertegas jati diri bangsa.

Lebih lanjut Ferdiansyah berharap para penggiat kebudayaan bisa menyampaikan informasi-informasi pemanfaatan objek pemajuan kebudayaan yang langsung dirasakan masyarakat yang paling penting.

“Apapun kegiatan dan program yang dilakukan di negara ini, kebudayaan harus dijadikan haluan pembangunan nasional,” tuturnya.

Sementara itu, Pamong Budaya Ahli Utama Kemendikbud, Sri Hartini mengatakan berbicara soal nilai budaya, karakter dan Jati diri merupakan satu kesatuan, satu ekosistem yang tidak bisa dipisahkan.

“Tidak boleh setengah-setengah berbicara nilai Pancasila, otomatis harus berbicara soal nilai Budaya. Dua hal ini tidak bisa dipisahkan,” kata Sri Hartini.

“Kita ini, bangsa ini kalau sudah meninggalkan nilai Budaya pasti meninggalkan nilai Pancasila. Yakin saya, mari kita buktikan apa itu nilai Budaya, Apa itu nilai Pancasila,” tegasnya.

Sri Hartini menyampaikan pemajuan kebudayaan dilakukan dengan cara yang memungkinkan pelibatan ragam pemangku kepentingan, secara langsung maupun tidak langsung. “Upaya pemajuan kebudayaan harus dilandasi sikap kolaborasi para pemangku kepentingan,” tutup Pamong Budaya Ahli Utama Kemendikbud, Sri Hartini.

Penulis/editor: Ivan Iskandaria.