Sekaa Gong Cempaka Sari Yangapi Tembuku tampil di panggung Kapten Mudita serangkaian Hut Kota Bangli. Foto Humas Bangli For Balipuspanews.com

BANGLI,balipuspanews.com- Sekaa Gong Kebyar wanita Cempaka Sari Banjar Metro, Yangapi, Tembuku unjuk kebolehan serangkaian HUT Kota Bangli ke – 815 dilapangan Kapten Mudita Bangli, Rabu ( 8/5/2019). Dipanggung yang sama juga ikut tampil Sekaa Gong Kebyar anak-anak Pasraman Rakta Puspa SMPN 1 Bangli. Kedua sekaa gong tampil lepas dan mampu memukau ratusan penonton yang menyaksikan pentas seni itu.

Nampak hadir dalam pementasan tersebut, Sekda Bangli IB Gde Giri Putra dan pimpinan OPD dilingkungan Pemkab Bangli.

sewa motor matic murah dibali

Sekaa Gong Cempaka Sari yang akan menjadi duta Bangli dalam ajang PKB Juni 2019 mendatang  membawakan Tabuh Kebyar Dang Cita Utsawa dan Tari Marga Pati. Tabuh Kebyar Dang Cita Utsawa sendiri merupakan perpaduan harmonis antara garapan instrumental dengan olah vocal. Alunan vocal dikumandangkan langsung oleh para penabuh dan diperkuat oleh sekelompok penyanyi. Melalui melodi yang nyaring, lirik lagu bertutur girang tentang kehidupan masyarakat yang bahagia dan damai. Tabuh ini sendiri, diciptakan oleh I Wayan Beratha pada tahun 1983. Sedangkan untuk Tari Marga Pati, tari ini melukiskan gerak-gerak seekor binatang (Raja Hutan Singa) yang sedang berkelana di tengah hutan untuk memburu mangsanya.

Sementara itu, sekaa gong kebyar anak-anak Pasraman Rakta Puspa membawakan empat garapan, yakni Tari Merak Anggelo, Tabuh Kokar Jaya, Tari Kreasi Baru Sisya Sesana dan Tari Meplayanan Mepindek-Pindekan. Merak Anggelo sendiri merupakan tari yang menggambarkan burung merak jantan dengan bangganya memamerkan keindahan bulu ekornya yang panjang dan berwarna warni, seraya meliak-liukan badanya dengan maksud menarik perhatian burung merak betina.

Sedangkan garapan Tabuh Kokar Jaya merupakan materi wajib pilihan pada PKB ke – 41 karya maestro Karawitan Bali Bapak Wayan Brata Tahun 1980an. Untuk garapan Tari Sisya Sesana, menggambarkan semangat menggelora para siswa dalam menjalankan kewajiban disekolah. Sedangkan Tari Mepindek-Pindekan merupakan garapan yang diciptakan untuk mengingatkan para orang tua agar bisa menjaga dan menyayangi  anak-anaknya dengan baik, serta memperlakukanya sesuai dengan usia meraka, bukan memaksakan sesuatu seperti yang diinginkan orang tua.

Sekda Giri Putra mengapresiasi penampilan Sekaa Gong Cempaka Sari dan Sekaa Gong Pasraman Rakta Puspa yang tampil uar biasa. Ia juga mengaku sangat menikmati lantunan tabuh yang ditampilkan oleh kedua sekaa.

“ Dari awal sampai akhir, saya sangat menikmati pertunjukan. Apa yang mereka tampilkan hari ini sudah maksimal dan sangat luar biasa. Jadi sangat pantas menjadi duta Kabupaten Bangli pada PKB XII mendatang,”puji Sekda asal Griya Bukit Bangli itu. ( rls/bas)

Tinggalkan Komentar...