Senin, Juli 15, 2024
BerandaGianyarPemangku Pura Berpulang, BPJAMSOSTEK Gianyar Serahkan Santunan Kematian

Pemangku Pura Berpulang, BPJAMSOSTEK Gianyar Serahkan Santunan Kematian

GIANYAR, balipuspanews.com– Seorang Jero Mangku disalah satu Pura di Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Bali bernama Ni Gusti Nyoman Laharni mendapat santunan kematian dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Cabang Bali Gianyar.

Santunan sebesar Rp 42 juta ini diterima ahli waris almarhum, Gusti Nyoman Alit. Almarhum merupakan peserta BPJS Ketenagakerjaan di segmen Bukan Penerima Upah (BPU). Sehingga ahli waris mendapatkan haknya dari program Jaminan Kematian BPJAMSOSTEK sebesar Rp 42 juta berdasarkan PP Nomor 82 Tahun 2019.

I Gusti Nyoman Alit, ahli waris almarhum mengatakan, santunan yang diterimanya sangat bermanfaat bagi keluarga yang ditinggalkan.

Pemangku I Gusti Nyoman Alit mengatakan bahwa program BPJAMSOSTEK ini penting bagi para pemangku yang memiliki risiko yang cukup tinggi.

“Harapan kami seluruh pemangku di seluruh Bali khususnya di Kabupaten Gianyar telah terlindungi oleh BPJAMSOSTEK,” kata Gusti Nyoman Alit.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Cabang Bali Gianyar, Pandu Aria mengungkapkan, dengan menjadi peserta BPJAMSOSTEK, peserta bisa memperoleh manfaat yang besar, baik itu pekerja di sektor formal maupun informal.

BACA :  PDAM Buleleng Catat Ribuan Pelanggan Masih Menunggak Tagihan Air

“Apalagi dengan adanya peningkatan manfaat program berdasar PP Nomor 82 Tahun 2019,” ujarnya ditempat yang sama.

Pandu Aria menambahkan, dilihat dari risiko pekerjaan semua pekerjaan mempunyai risiko yang cukup besar karena harus berjuang di kantor atau di jalan demi mencari nafkah untuk keluarganya baik pagi siang maupun malam hari.

Pandu Aria menambahkan, pihaknya mendorong kepesertaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi para pinandita (tokoh agama) yang sangat dihormati sebagai pengayom spiritual keagamaan.

“Tugas-tugas yang dilaksankan para pinandita atau pemangku ini tentunya memiliki risiko-risiko pekerjaan yang harus mendapat perlindungan dari BPJAMSOSTEK,”ungkapnya.

Jadi risiko-risiko pekerjaan tidak ada yang bisa menduga. Kapan saja, dimana saja kepada siapa saja bisa mengalaminya. Disinilah manfaat terlindungi BPJAMSOSTEK, selama kepesertaan masih aktif kami tetap membayarkan manfaatnya kepada peserta ataupun keluarganya, tidak ada masa tunggunya.

“Harapan kami dengan dipahami pentingnya jaminan sosial untuk pekerja ini, nantinya masyarakat dengan sadar menginginkan jaminan sosial tenaga kerja. Walaupun santunan yang diberikan BPJAMSOSTEK tidak dapat menggantikan almarhum, setidaknya dapat membantu meringankan beban keluarga yang telah ditinggalkan,” ucapnya.

BACA :  Bagaimana Undang-Undang Ketenagakerjaan Jerman Mencegah Lamine Yamal Bermain 90 Menit di Euro 2024

Selain santunan kematian sebesar Rp 42 juta bagi peserta yang meninggal bukan karena kecelakaan kerja, dan juga ada bantuan beasiswa untuk 2 orang anak mulai dari jenjang pendidikan dasar (TK) hingga perguruan tinggi maksimal Rp174 juta.

“Sedangkan untuk JKP, ada 3 manfaat yang diberikan yaitu uang tunai, akses informasi pasar kerja dan pelatihan kerja,” tutupnya.

Penulis: Kadek Adnyana
Editor: Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular