Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara saat meninjau Alaya Dharma Negara Kota Denpasar, Jumat (20/12)
Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara saat meninjau Alaya Dharma Negara Kota Denpasar, Jumat (20/12)

DENPASAR, balipuspanews.com – Sebagai upaya untuk memastikan realisasi fisik menjelang berakhirnya tahun anggaran, Tim Monev Pembangunan Pemkot Denpasar kembali menggelar Minotiring dan Evaluasi yang kali ini menyasar Balai Budaya Alaya Dharma Negara. Kegiatan yang melibatkan pimpinan OPD dan stakeholder terkait ini dipimpin Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara di Balai Budaya Alaya Dharma Negara, Jumat (20/12).

Secara fisik, pembangunan Alaya Dharma Negara telah tuntas pengerjaan 100 persen pada tanggal 17 Desember lalu. Dimana, hal tersebut telah sesuai dengan dokumen kontrak yang dilaksanakan sebelumnya. Dimana waktu pengerjaan 210 hari yakni tanggal 22 Mei 2019-17 Desmeber 2019.

Sekda Rai Iswara didampingi Kadis PUPR Kota Denpasar, Nyoman Ngurah Jimmy Sidarta dan Kabag Adbang Setda Kota Denpasar, Gede Cipta Sudewa Atmaja dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa pelaksanaan monev ini guna memastikan seluruh skup pekerjaan yang telah tertuang dalam dokumen kontrak. Sehingga tidak ada pekerjaan yang ditinggalkan, mengingat batas waktu telah selesai pada 17 Desember lalu dan saat ini memasuki tahap perawatan hingga enam bulan kedepan.

“Tadi kami sudah melaksanakan pengecekan, dan seluruh skup pekerjaan telah selesai dikerjakan, sehingga tahapan selanjutnya adalah pembersihan menyeluruh setiap ruangan,” paparnya.

Selain itu, pelaksanaan kegiatan hari ini juga turut membahas segala persiapan Pemelaspasan yang dijadwalkan 26 Desember dan Peresmian dijadwalkan 27 Desember mendatang. Sehingga beragam hal yang sudah dipersiapkan baik secara sekala dan niskala nantinya dapat berjalan lancar sesuai dengan rencana.

“Beberapa sarana perlengkapan gedung ini juga kita akan lakukan progress kedepan seperti lampu panggung, hingga sound system dalam mendukung kegiatan kreatif di Balai Budaya yang dilengkapi dengan koridor video editing, ruang pameran dan diskusi, dua classroom, perpustakaan, coworking space hingga open stage,” jelasnya.

Sementara Kabid Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dispar Kota Denpasar, I Wayan Hendaryana yang hadir dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa pihaknya telah mempersiapkan event peresmian Balai Budaya Alaya Dharma Negara. Kehadiran komunitas kreatif hingga pihak sekolah serta universitas telah dipersiapkan untuk memperkenalkan Balai Budaya sebagai pusat kegiata insan kreatif Denpasar. tentu kelengkapan gedung yang telah dipersiapkan matang mendukung Denpasar kreatif telah dilakukan seperti coworking space hingga sarana pameran, diskusi serta classroom.

Diharapkan dengan rampungnya pembangunan Gedung Alaya Dharma Negara ini mampu mengakomodir kreativitas insan kreatif Denpasar. Menurut Hendar hal ini tidak terlepas dari ekonomi kreatif menjadi salah satu pilar pembangunan ekonomi nasional, maka perlu kita kembangkan lagi model ekosistem ekraf di tengah revolusi industri 4.0 saat ini. Sehingga dari pelaksanaanya mampu menghadirkan kerja sama dan kolaborasi bersama sehingga tercipta ide dan gagasan yang baru dari potensi lokal yang ada disekitar kita dengan tetap berpedoman pada budaya dan kearifan lokal masyarakat Bali.

“Sehingga dalam pengembangan ekosistem tidak melupakan konservasinya juga agar tidak hilang begitu saja dengan rantai proses  kreasi, produksi, distribusi, konsumsi dan konservasi. Tentunya kehadiran Balai Budaya yang merupakan gagasan Walikota Rai Mantra, Wakil Walikota I GN Jaya Negara dan dukungan dari DPRD Denpasar dapat menjadi  ruang  berkreasi dan berinovasi guna menciptakan iklim dan ekosistem ekonomi kreatif di Kota Denpasar yang berkelanjutan,” paparnya. (Rls/bpn/tim)