Pembangunan Gedung Ponek di Buleleng Sulit Terwujud, Ini Kata Dewan

Ketua Komisi IV DPRD Buleleng, Luh Hesti Ranitasari, S.E, M.M.
Ketua Komisi IV DPRD Buleleng, Luh Hesti Ranitasari, S.E, M.M.

BULELENG, balipuspanews.com – Pengajuan pembangunan gedung Ponek atau Gedung kegawatdaruratan ibu dan bayi di RSUD Buleleng yang diusulkan melalui dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Provinsi lagi-lagi gagal terealisasi ditengah angka kematian ibu dan bayi cukup tinggi di Kabupaten Buleleng.

Menyikapi itu Komisi IV DPRD Buleleng melalui Ketua Komisi, Luh Hesti Ranitasari, S.E, M.M berharap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali bisa mempertimbangkan sekaligus segera merealisasikan anggaran itu, sebab angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Buleleng menurutnya terbilang cukup banyak.

Rani mengungkapkan pihaknya telah berkomunikasi dengan Direktur Utama RSUD Buleleng berkaitan dengan gagasan pembangunan Gedung Ponek atau Gedung kegawatdaruratan ibu dan bayi di rumah sakit pemerintah itu.

Sebab pembangunan gedung Ponek dianggap sangat penting dan harus jadi prioritas untuk mengurangi angka kematian ibu dan bayi yang dirasa masih cukup tinggi.

“Saya sudah berkomunikasi dengan Direktur mengenai gagasan atau ide pembuatan gedung itu, dan ini penting sekali sebab di Bali hanya ada satu itupun di Denpasar,” ujar politisi Partai Nasdem ini saat ditemui, Rabu (10/8/2022).

Bahkan alasan pentingnya gedung itu, salah satunya menurut Rani yakni masih cukup tingginya angka kematian ibu dan bayi di Buleleng. Sehingga jika gagasan atau ide ini terealisasi maka akan sangat bermanfaat bagi kesehatan ibu dan bayi di Kabupaten Buleleng.

Maka dari itu dirinya berharap Pemprov Bali bisa menjadikan hal itu sebagai prioritas dan segera merealisasikan usulan permohonan anggarannya melalui dana BKK Provinsi.

“Sudah diajukan ke Pemprov cuma belum terealisasi jadi harus banyak orang yang mendorong sehingga bisa diprioritaskan oleh Pemprov. Apalagi kan amanat undang-undang kita salah satunya melindungi ibu dan anak,” tegasnya.

Disisi lain Direktur RSUD Buleleng dr Putu Arya Nugraha menyampaikan jika proses pengusulan berkaitan dengan pembangunan Gedung Ponek sudah dilakukan sebanyak 3 kali dari tahun 2019 melalui dana BKK Provinsi, akan tetapi hingga sekarang belum bisa terealisasi.

Kendati demikian pihaknya terus berusaha mengusulkan permohonan dana untuk pembangunan gedung yang diperkirakan menelan dana sekitar Rp13-15 Miliar tersebut.

dr Arya menjelaskan dengan jumlah usulan dana segitu diperkirakan akan mendapatkan gedung lengkap dengan isinya karena untuk Sumber Daya Manusia (SDM) di RSUD Buleleng sudah sangat siap.

Nantinya dalam Gedung Ponek itu akan ada ruang poliklinik, bersalin, operasi, inap untuk ibu hamil dan bayinya termasuk bayi intensif, lab, Rontgen, dan untuk apotek dipisahkan sama yang lainnya.

“Jadi memang di gedung ini one stop servis yang khusus hanya buat ibu hamil dan bayi,” kata dr Arya.

Kemudian untuk mengenai lokasi, dr Arya mengakui jika sudah memiliki gambaran dimana nantinya jika usulan pembangunan Gedung Ponek itu terealisasi.

Namun dirinya belum bisa memastikan akan dapat atau tidaknya dana, sebab menurutnya Pemprov pastinya memiliki kajian khusus mengenai mana yang memang jadi prioritas untuk diberikan lebih dulu.

“Tahun ini sudah kita ajukan lagi, sudah ada bukti postingannya di Dinas Provinsi. Tapi kita tidak bisa memastikan hanya bisa berdoa saja semoga bisa terealisasi sesegera mungkin,” imbuhnya.

Penulis : Nyoman Darma

Editor : Oka Suryawan 

Redaksi | Pasang Iklan | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik | Privacy Policy | Copyright | About Us
Member of
Exit mobile version