Pembangunan Lab PCR Ditarget Finish Akhir Oktober, RSUD Buleleng Siap Lakukan Test Swab Mandiri

Para pekerja yang sedang melakukan proses pembangunan lab Polymerase Chain Reaction (PCR) milik Pemerintah Kabupaten Buleleng
Para pekerja yang sedang melakukan proses pembangunan lab Polymerase Chain Reaction (PCR) milik Pemerintah Kabupaten Buleleng

BULELENG, balipuspanews.com – RSUD Buleleng kini tengah mengkebut pembangunan Laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) agar bisa melakukan test swab mandiri. Pembangunan yang ditargetkan finish akhir Oktober ini, kini sudah rampung 70 persen.

“Sesuai dengan target awal, pada akhir Bulan Oktober 2020 ini lab tersebut sudah rampung. Di awal November sudah dapat menerima uji spesimen swab hingga 45 kali tes dalam sehari,” kata Direktur RSUD Buleleng, dr. Putu Arya Nugraha, Sp.PD, Selasa (20/10/2020).

Jika pembangunan Lab PCR selesai sesuai rencana, kata Arya Nugraha, proses penerimaan untuk menguji spesimen swab sudah bisa dilakukan awal bulan November.

Lebih jauh dijelaskan, bahwa alat-alat kesehatan lainnya sebagai sarana penunjang juga sudah seluruhnya disiapkan dari rekanan. Saat ini secara fisik, pembangunan lab tersebut mendapat bantuan penuh dari Pemkab Buleleng melalui alokasi dana Belanja Tak Terduga (BTT) sebesar Rp. 1,4 miliar. Nantinya, setelah semua sudah selesai dalam proses pengoperasian alat tersebut kemungkinan dalam sehari hasilnya akan langsung bisa keluar.

“Semuanya berproses dan kita berharap target awal November sudah beroperasi. Ditaksir juga dalam sehari hasil tes sudah dapat diterima. Pagi dimasukkan dan sore hasilnya sudah keluar,” sebutnya.

Tak hanya itu pelayanan tersebut sifatnya sangat teknis dan detail, melihat hal itu tentunya dibutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) dan alat-alat yang sesuai yang secara spesifikasi juga harus ada seorang ahli patologi klinik.

Menjawab kebutuhan tersebut untuk saat ini Buleleng telah memiliki satu ahli mikrobiologi klinik yang sedang menempuh pendidikan dan diperkirakan tahun depan sudah selesai.

“Namun secara regulasi dalam kondisi wabah seperti ini pada masa akhir pendidikannya sudah dapat difungsikan,” singkatnya.

Dirinya juga menambahkan sebanyak empat tenaga analis terlatih juga masih dalam pelatihan di RS Bali Mandara – Denpasar. Dalam waktu dekat ini juga akan dilaksanakan uji fungsi alat PCR. Jika kebutuhan pengujian spesimen cukup besar maka akan diadakan pelatihan yang sama secara bergelombang.

Dengan adanya alat ini juga diharapkan lebih cepat dalam melakukan diagnosa dan para petugas dari Dinas Kesehatan akan lebih cepat melakukan pelacakan sehingga wabah ini lebih cepat dilokalisir dan dihentikan.

“Namun, yang utama adalah tentu kedisiplinan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan,” imbuhnya.

Sehingga kedepannya, sarana ini merupakan alat-alat canggih dan menjadi orientasi kedepan. Visi kedepan adalah menjadikan sarana tersebut sebagai salah satu sarana penelitian di Bali Utara dan mendukung tugas baru RSUD Buleleng sebagai rumah sakit pendidikan yakni rumah sakit kedokteran Undiksha.

Sementara itu, Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Buleleng Gede Suyasa mengatakan bahwa saat ini gugus tugas juga sedang dalam proses penyediaan alat-alat pendukung lab PCR tersebut. Kurang lebih dua minggu lagi sudah dapat menggunakan alat-alat tersebut.

Selama ini kendala Pemkab Buleleng dalam penanganan Covid-19 juga dari keterlambatan proses keluarnya hasil lab PCR mengingat banyaknya jumlah spesimen yang diuji oleh rumah sakit di Denpasar. Dengan adanya lab tersebut dan didukung juga dengan kemampuan alat-alat pendukung lainnya yang memadai dinilai mampu melakukan pengujian spesimen di atas jumlah penambahan kasus baru saat ini.

“Tentu ini sangat membantu gugus tugas dalam penanganan Covid-19 di Buleleng, dan tidak lagi berhari-hari menunggu untuk mengetahui hasil lab. Sehingga gugus tugas dapat segera mengambil langkah-langkah pencegahan dan edukasi terhadap masyarakat,” tutupnya.

PENULIS : Tim Liputan Covid

EDITOR : Oka Suryawan