Pembangunan Pasar Banyuasri Ditarget Rampung Desember 2020

SINGARAJA, balipuspanews.com — Pengerjaan revitalisasi Pasar Rakyat Banyuasri resmi dimulai. Pembangunan proyek senilai Rp 180 miliar ini ditandai dengan groundbreaking berupa pemasangan tiang pancang. Groundbreaking revitalisasi Pasar Rakyat Banyuasri dilakukan langsung oleh Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, didampingi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Buleleng bersama dengan pihak kontraktor. Groundbreaking ditandai dengan menekan tombol sirine secara bersama-sama sebagai tanda resmi dimulainya pembangunan, Jumat (27/12).

Bupati Suradnyana menjelaskan revitalisasi Pasar Rakyat Banyuasri ini dibiayai dari APBD Buleleng secara multiyears. Rinciannya, tahun u 2019 dengan pagu sebesar Rp 50 miliar dan tahun 2020 pagi sebesar Rp 130 miliar. Pembangunan ini diharapkan tuntas Desember tahun 2020 mendatang.

Lanjutnya, langkah revitalisasi ini sebagai upaya penataan wajah kota. Selain itu, interaksi ekonomi juga dibangun dengan revitalisasi ini. Ia menyebut, membangun interaksi ekonomi harus disertai tarikan-tarikan ekonomi seperti pasar yang bersih.

“Kalau pasar jadi bersih, sanitasinya bagus, penerangannya bagus, orang pasti akan datang. Kalau pasarnya kumuh kan membuat masyarakat dan wisatawan enggan berbelanja di Pasar Tradisional” jelasnya.

Disinggung target ekonomi yang dicapai dengan direvitalisasinya pasar ini, Bupati Suradnyana menyebutkan tidak bisa menghitung secara pasti. Namun, ada gambaran jelas tentang pertumbuhan ekonomi yang akan terjadi nantinya. Gambaran jelas tersebut muncul karena obyeknya bukan hanya pasar namun bisa juga menjadi obyek city tour.

“Seperti daerah lain kan seperti itu. Disuguhkan pasar tradisional namun bernuansa modern dan bersih. Kalau menyuguhkan yang kotor kan jelek. Saya yakin, dengan tuntasnya short cut, tentu mobilitas dari Bali Selatan ke Bali Utara juga akan tinggi. mereka ingin melihat buah asli Buleleng yang berkualitas ya di Pasar Banyuasri,” sebut Agus Suradnyana.

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) PT. Tunas Jaya Sanur I Made Budi Admika menyebut mengalami sedikit kendala utamanya cuaca yang sudah memasuki musim penghujan. Hal ini akan mempengaruhi pengerjaan sub strukturr atau konstruksi di tanah.

Tetapi, setelah pengerjaan sub structur terkejar, pekerjaan di atasnya sudah tidak ada masalah mengenai cuaca. “Pekerjaan tanah ini yang paling berat untuk mengawali. Utamanya di musim penghujan karena kalau masih tanah artinya masih bergelut di pondasi,” ujarnya.

Pekerjaan di tanah ditargetkan selesai pada akhir Desember 2019. Setelah pengurugan fase satu sudah selesai, rencana akan dilanjutkan dengan pemancangan tiang sebanyak 900 titik. Sub structure pun secara keseluruhan ditargetkan akan selesai pada awal Januari 2020. “Kita berkejar-kejaran dengan cuaca. Saya yakin dengan semangat semangat tim kami bisa menyelesaikan sesuai target,” tandas Budi Admika.

Seperti diketahui Pasar Rakyat Banyuasri dirancang terdiri dari tiga lantai. Lantai pertama seluas 6.349,5 m2 dengan jumlah los basah sebanyak 200 unit dan los kering 352 unit. Lantai kedua seluas 6.174 m2 dengan jumlah los sebanyak 244 unit dan kios sejumlah 184 unit.

Sedangkan lantai tiga seluas 6.174 m2 dengan jumlah kios kuliner sejumlah delapan unit dan parkir yang mampu memuat 136 unit mobil. Sehingga total luas lantai bangunan utama adalah 18.697,5 m2 dengan jumlah los 796 unit dan kios 184 unit, jumlah Lapak mobil 136 unit dan lapak tumpah 432 unit.