Jumat, Juli 26, 2024
BerandaNasionalJakartaPembatalan Drawing Piala Dunia U-20, Ketua MPR Minta Pemerintah Harus Sigap, Eksistensi...

Pembatalan Drawing Piala Dunia U-20, Ketua MPR Minta Pemerintah Harus Sigap, Eksistensi Indonesia di Ekosistem Sepak Bola Dunia Dipertaruhkan

JAKARTA, balipuspanews.com – Dikabarkan FIFA telah membatalkan drawing (pengundian) peserta final Piala Dunia sepak bola U-20 yang diselenggarakan di Indonesia. Pembatalan ini diduga kuat akibatnya kencangnya penolakan keikusertaan tim nasional sepak bola Israel di Tanah Air.

Atas hal itu, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) sangat menyayangkan sikap FIFA yang mengambil keputusan pembatalan drawing (pengundian) Piala Dunia U-20 yang rencananya digelar di Indonesia.

Kendati demikian, Bamsoet juga mengaku tetap menghormati dan menghargai keputusan yang ada dan berharap apapun status penyelenggaraan Piala Dunia U-20 nantinya tidak memberikan dampak bagi proses pembinaan sepak bola di tanah air. Sebab pertaruhannya cukup besar bagi eksistensi Indonesia di ekosistem sepak bola dunia.

Oleh karena itu, ia mendorong PSSI dan pemerintah serta kepanitiaan untuk bergerak cepat melakukan mitigasi terhadap berbagai kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi pasca pembatalan drawing peserta final Piala Dunia U-20 di Indonesia.

“Mendorong PSSI dan pemerintah serta kepanitiaan untuk bergerak cepat melakukan mitigasi terhadap berbagai kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi pasca pembatalan drawing peserta final Piala Dunia U-20 di Indonesia,” kata Bamsoet dalam keterangannya, Selasa (28/3/2023).

BACA :  Pemkab Gianyar Ngaturang Bhakti Penganyar Karya Panca Wali Krama Pura Mandhara Giri Semeru Agung

Salah satunya, dengan memperkuat kerja sama, membangun komunikasi yang baik hingga melakukan lobi-lobi khusus kepada petinggi FIFA agar tidak memberikan sanksi kepada Indonesia.

Mengingat, jika Piala Dunia U-20 benar-benar batal maka potensi FIFA untuk menjatuhkan sanksi terhadap PSSI yang berdampak pada keikusertaan Indonesia dalam berbagai event atau forum sepak bola, baik dilevel regional maupun internasional.

Bamsoet pun mendesak PSSI dan pemerintah untuk berkomitmen menyelesaikan persoalan ini dan mengambil upaya riil dalam menghadapi efek dari pembatalan drawing tersebut.

Pasalnya jika Indonesia sampai dikucilkan dari ekosistem sepak bola internasional bisa memberikan dampak panjang bagi pembinaan tim nasional baik di junior maupun senior.

Penulis : Hardianto

Editor : Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular