Kamis, Juni 20, 2024
BerandaBulelengPembatasan Jam Buka Tutup Usaha Hingga Jam 9 Malam, Diterapkan Mulai Besok...

Pembatasan Jam Buka Tutup Usaha Hingga Jam 9 Malam, Diterapkan Mulai Besok di Buleleng

BULELENG, balipuspanews.com – Untuk menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 3 tahun 2021 yang diterjemahkan dalam Surat Edaran (SE) Gubernur dan diputuskan bersama Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro guna menekan penyebaran Covid-19 di lima provinsi di indonesia.

Menindak lanjuti hal itu Bupati Buleleng kemudian menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penerapan PPKM Mikro Buleleng di Ruang Rapat Lobi Kantor Bupati Buleleng, Senin (08/02/2021).

Dalam rapat itu hasilnya memutuskan tiga hal penting salah satunya soal pembatasan jam buka-tutup toko hingga pukul 21.00 WITA yang berlaku mulai Selasa (09/02/2021).

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Putu Agus Suradnyana mengatakan secara substansi Kabupaten Buleleng tidak wajib menjalankan PPKM dalam skala kabupaten/kota. Akan tetapi harus tetap bersiap untuk kemungkinan PPKM Mikro. Sehingga dalam rapat koordinasi itu diputuskan tiga hal penting.

Pertama, pengaturan aktivitas malam. Kedua, sekolah yang sudah direncanakan untuk melakukan Pertemuan Tatap Muka (PTM), harus ditunda lagi. Ketiga, kalau ada persebaran masif di wilayah desa, dilakukan PPKM Mikro.

BACA :  Kawasan Yeh Leh Siap Ditata

“Sebelumnya Kabupaten diminta untuk menindaklanjuti Surat Edaran Gubernur Bali tersebut yang mana diberlakukan mulai besok (09/02/2021). Sehingga Buleleng akan terapkan tiga hal itu,” jelasnya.

Disinggung soal PPKM Mikro pihaknya memaparkan bahwa sejatinya hal itu akan diterapkan pada wilayah kecil, yang terjadi persebaran COVID-19 secara masif.

Bahkan dalam Inmendagri disebutkan bahwa Pemeritah Kabupaten (Pemkab) berhak memutuskan daerah mana yang akan diberlakukan PPKM Mikro, beserta dengan skalanya. Perlu diketahui PPKM mikro dapat diselenggarakan baik dalam skala desa, dusun, hingga RT.

“PPKM micro sudah hampir sama seperti kemarin misalkan ada di Padangbulia, daerah itu kita isolasi. Sudah kita lakukan PPKM Mikro ini di Buleleng sebenarnya. Hanya sekarang dipertegas lagi,” imbuhnya.

Semetara itu Sekretaris Satgas, Gede Suyasa menjelaskan PPKM Mikro di Buleleng belum akan diberlakukan. Jika kita melihat data, yang ada di Buleleng saat ini yang punya kejadian konsisten itu ada di Desa Pegadungan, Kecamatan Sukasada. Di sana sudah dilakukan pengawasan dan pengendalian aktivitas masyarakat secara ketat. Itu substansinya sama dengan PPKM berbasis mikro sesungguhnya.

BACA :  Polresta Serahkan Bantuan Air Bersih Berupa Sumur Bor di Banjar Seblanga

“Sebenarnya sebelum Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 3 tahun 2021 turun, Buleleng sudah memberlakukannya. Namun, dengan nama yang berbeda. Jika nanti masih ada kasusnya, PPKM Mikro yang baru tentu akan dilakukan. Termasuk pembentukan pos jaga desa,” terangnya.

Saat ini Suyasa menyebutkan desa yang berpotensi dalam pemantauan Satgas Penanganan COVID-19 Buleleng yakni di Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan. Tetapi, di Desa Tajun hanya ada tiga keluarga dalam tiga rumah yang terkonfirmasi.

Jadi, tidak termasuk kategori zona merah. Pengawasan dan pengendalian ketat terhadap aktivitas masyarakat juga sudah dilakukan. Jika nanti ada perkembangan lebih lanjut dan mengarah lebih dari sepuluh rumah, maka akan diberlakukan PPKM Mikro.

“Kalau sampai 20, jelas zona merah. kemudian ditetapkan untuk PPKM setelah Satgas Kabupaten merapatkan. Begitu ditetapkan PPKM Mikro, maka semuanya akan diawasi ketat, keluar masuk dan hal-hal lainnya,” tutupnya.

Penulis : Nyoman Darma 

Editor : Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular