Dagang bubur, tipak santok dan masakan yang kerap berjualan di Pasar Satria Desa Paksebali, Dawan, Klungkung bangkrut akibat pembatasan jam pasar akibat dampak dari COVID -19
Dagang bubur, tipak santok dan masakan yang kerap berjualan di Pasar Satria Desa Paksebali, Dawan, Klungkung bangkrut akibat pembatasan jam pasar akibat dampak dari COVID -19

SEMARAPURA, balipuspanews.com -Dagang bubur, tipak santok dan masakan yang kerap berjualan di Pasar Satria Desa Paksebali, Dawan, Klungkung bangkrut akibat pembatasan jam pasar lantaran dampak dari COVID -19

Hari kelima yakni pada Jumat(3/4/2020) pengaturan buka tutup pasar tradisinaol baik dipasar Galiran, Pasar Kota Semarapura,maupun pasar Desa Satria dan pasar Desa lainnya.

Dari pantauan dilapangan pagi pagi saat jam buka jam 7.00 Wita tampak pedagang maupun pembeli sudah memadati poros jalan Klungkung menuju Dawan dikawasan Satria, Dawan, Klungkung.

“Saat ini malah pembeli dan pedagang setiap buka selalu berdesakan sebelumnya jarang terjadi,” ujar Gde Swastika alamat Paksebali, Dawan, Klungkung.

Kondisi ini sangat memprihatinkan pada hari kelima buka tutup sesuai pengaturan malah kemacetan tetap terjadi.

“Apakah keadaan seperti  ini akan bisa diharafkan  mengurangi atau memutus rantai penularan Virus Corona Covid 19 ini,” tanyanya .

Menurutnya malah dampak himbas yang terjadi adanya 3 lapak pedagang sudah  gulung tikar.

Salah seorang pedagang bubur ayam I Km Sukanta asal Paksebali mengaku biasanya dapat jualan dagang bubur sebesar Rp 150.000 – 200.000. tapi semenjak ada pembatasan jam pasar dirinya dapat jualan hanya 20.000.

Akhirnya barang dagangan yang tersisa terpaksa dibuang, di hari kedua coba berjualan dan mencoba keberuntungan tetapi hasilnya sama seperti kemarin, akhirnya di hari ke tiga dia tutup sampai sekarang

Bangkrutnya dagang Bubur Ayam ini diikuti oleh dua pedagang yang lain yaitu pedagang tipat cantok AA byang Sinta asal Satria kawan dan dagang masak Memek Rindi asal desa Paksebali gulung tikar juga.

“Dulu sbelum diberlakukan aturan seperti  sekarang tidak pernah terjadi antrean ini, terkecuali ada hari raya besar agama Hindu ,seperti  Hari raya Galungan dan Kuningan, itupun tidak separah apa yang terjadi sekarang, saya kawatir kalo di desa kami ada yang terjangkit, mudah mudahan  tidak terjadi,semoga Ida sanghyang widhi melindungi kita semua ,” ujarnya mengingatkan. (Ron/BPN/tim)