KLUNGKUNG, balipuspanews.com – Pura Dasar Bhuana Gelgel dipadati ribuan pemedek saat puncak Karya Pemacekan Agung berlangsung pada Senin (22/6/2026). Umat dari berbagai daerah di Bali rela mengantre untuk bersembahyang pada upacara yang rutin digelar setiap enam bulan sekali dan menjadi salah satu agenda keagamaan besar di pura kahyangan jagat tersebut.
Bendesa Adat Gelgel Putu Gede Arimbawa ditemui disela-sela persembahyangan menyatakan karya pemacekan agung di Pura Dasar Bhuana Gelgel ini dilaksanakan setiap 6 bulan sekali.
“Puncak Karya Pemacekan Agung di Pura Dasar bhuana Gelgel ini dilaksanakan setiap 6 bulan sekali, bertepatan dengan soma kliwon Kuningan Senin (22/6/2026),” ungkapnya.
Menurutnya acara pemacekan agung ini bakal mesineb pada Jumat 25 Juni 2026 yang akan datang. Dari pantauan dipelataran Pura Dasar Buana tampak ribuan pemedek berjejal-jejal antre untuk menghaturkan bakti masuk ke pelataran Pura Dasar Bhuana Gelgel.
Sementara itu pihak Polres Klungkung menurunkan aparatnya untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama karya Pemacekan berlangsung. Tampak Aiptu I Nyoman Diana bersinergi dengan personel yang tergabung dalam surat perintah (sprint) pengamanan, Babinsa, serta pecalang adat melaksanakan pengamanan kegiatan Upacara Pemacekan Agung di Pura Dasar Bhuana Gelgel, Desa Gelgel.
Pengamanan dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian upacara keagamaan yang dihadiri oleh krama dan pemedek dari berbagai wilayah dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.
Selain melaksanakan pengamanan di area pura, petugas juga melakukan pengaturan arus lalu lintas di sejumlah titik yang menjadi jalur keluar masuk pemedek guna mengantisipasi kemacetan serta memberikan kelancaran bagi masyarakat yang melaksanakan persembahyangan maupun pengguna jalan lainnya.
Sinergitas antara Polri, TNI, dan pecalang adat menjadi kunci dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama berlangsungnya kegiatan keagamaan yang melibatkan banyak masyarakat tersebut.
Kapolsek Klungkung, Kompol I Gusti Ngurah Yudistira mengatakan bahwa kehadiran personel Polri dalam kegiatan adat dan keagamaan merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat serta upaya menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.
“Pengamanan dan pengaturan lalu lintas yang dilakukan personel bersama Babinsa dan pecalang bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang mengikuti rangkaian Karya Pemacekan Agung, serta memastikan seluruh kegiatan dapat berjalan dengan tertib, lancar, dan khidmat,” ujarnya.
Penulis: Roni
Editor: Oka Suryawan



