Ketua Komisi I DPRD Bali, I Nyoman Adnyana
Ketua Komisi I DPRD Bali, I Nyoman Adnyana

DENPASAR, balipuspanews.com – Komisi I DPRD Provinsi Bali akan mempertemukan leading sektor guna menengahi persoalan komplik pemekaran di Desa Adat Kubu, Karangasem.

” Kita akan mempertemukan berbagai leading sektor untuk menyelesaikan masalah ini, sebelum dilakukan kita lapor ketua dulu, ” kata Ketua Komisi I DPRD Bali, I Nyoman Adnyana ketika dimintai keterangan usai pertemuan dengan Banjar Adat Graha Canthi, Desa/Kecamatan Kubu, Karangasem di Gedung DPRD Bali, Kamis (16/1/2020).

Pada prinsipnya, sambung Adnyana persoalan ini bukan sebatas persoalan aturan saja, ini persoalan adat kewenangan ada di desa adat.

“Kita hanya bisa merekomendasikan kira secara objektif secara aturan yang bisa dipertanggungjawabkan apa tidak baik dari aspek hukum dan aspek adat,” ujarnya.

Sementara itu Puluhan warga Banjar Adat Graha Canthi, Desa/Kecamatan Kubu, Karangasem melaluiIN Iyoman Witama selaku Kelihan Adat Banjar Graha Canthi, menyatakan kalau rencana pemekaran itu sudah dilakukan sejak bulan Maret 2016, bahkan bulan itu sudah ada pertemuan antara tempek 3 dan 4 guna menyepakati adanya pemekaran banjar adat.

Pemekaran itu sendiri dengan alasan jumlah banjar lebih dari 160 KK, kedua Desa Adat Kubu memiliki 6 Banjar Dinas dan 5 Banjar Adat yang difinit, hanya banjar adat Kubu yang memiliki 2 banjar Dinas dan 1 banjar adat.

“Pemekaran itu sudah disetujui oleh 9 dadia, tiga dadi menolak dan dua dadia tak hadir.Akhirnya pertemuan yang terjadi pada hari Sabtu (28/5/2016) itu memutuskan pemekaran jadi keputusan,” jelasnya saat pertemuan yang dihadiri juga anggota DPRD dari Dapil Karangasem yakni I Nyoman Oka Antara, I Kadek Darmini dan I Nyoman Suyasa dan wakil rakyat lainnya.

Dari hasil beberapa kali pertemuan akhirnya pada tanggal 10 September 2019 MDA Karangasem mengeluarkan putusan pengukuhan banjar Adat Graha Santhi dengan nomor 85/MDA.KabKar/IX/2019.

Kemudian dari putusan MDA Kabupaten Karangasem pihaknya mengajukan permohan penetapan Banjar Graha Canthi kepada Bupati Karangasem Cq Jepala Dinas Kebudayaan selanjutnya ditetapkan sebagai Banjar Adat tertanggal 24 Desember 2019 oleh Dinas Keudayaan Karangasem. (Art/BPN/tim)