JAKARTA, balipuspanews.com – Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid (Gus Jazil) mewanti-wanti pemerintah agar dapat mengantisipasi adanya gejolak di masyarakat dari kebijakan larangan mudik Lebaran, seperti kericuhan, pelanggaran ketentuan perundangan atau aksi nekat yang dapat membahayakan pemudik maupun orang lain.
“Saya melihat kebijakan pemerintah terkait dengan larangan mudik ini menurut saya sudah benar dalam konteks antisipasi. Cuma jangan sampai menjadi gejolak dalam kontek penanganannya,” ucap Jazilul Fawaid dalam diskusi Empat Pilar MPR RI dengan tema ‘Antisipasi Klaster Baru Covid-19 Jelang Lebaran’ di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/5/2021).
Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini memahami bagi masyarakat terkadang yang namanya rindu seringkali mengabaikan aturan.
“Namanya kangen, cinta, itu udah nggak ada aturan. Nanti pasti ada yang melanggar karena saking rindunya. Yang kayak begitu gimana cara pemaklumannya? Bagaimana cara memberikan sanksinya supaya terasa adil? Karena lebaran itu ada kaitannya dengan rasa rindu. Mengatur rasa rindu itu memang sulit,” aku Gus Jazil.
Pembicara lainnya, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris mengatakan pada dasarnya mendukung kebijakan pemerintah terkait larangan mudik.
Politisi PDI Perjuangan ini mengakui kemungkinan adanya gejolak larangan mudik. Bahkan, kata dia, Presiden Joko Widodo sendiri sudah menyampaikan akan ada sekitar 89 juta orang yang mudik tanpa ada larangan.
“Ini dengan dilarang saja estimasi dari Kementerian Perhubungan akan ada 27 juta orang yang akan mudik,” katanya.
Dari asumsi sekitar 27 juta pemudik yang mengabaikan larangan pemerintah itu, Charles mengatakan mungkin saja sebagiannya akan terinfeksi virus corona atau Covid-19. Apalagi, menurutnya dengan varian-varian baru Covid-19 dari India dan Afrika Selatan yang memang lebih menular.
Apabila para pemudik yang melanggar aturan itu terinfeksi, maka akan menjadi persoalan baru.
“Maka ini bisa jadi mimpi buruk yang sangat menakutkan bagi Indonesia,” kata Charles.
Untuk itu, Charles kembali mengingatkan masyarakat tentang pentingnya menaati disiplin protokol kesehatan dari pemerintah, serta harus konsisten dalam mengimplementasikan kebijakan yang sudah ditetapkan pemerintah.
Penulis : Hardianto
Editor : Oka Suryawan



