Pemerintah Diminta Antisipasi Kendala Teknis dan Keselamatan Pemudik Lebaran

Anggota Komisi V DPR RI Eddy Santana Putra. (Foto: DPR RI)
Anggota Komisi V DPR RI Eddy Santana Putra. (Foto: DPR RI)

JAKARTA, balipuspanews.com – Pemudik Lebaran Idul Fitri 2022 tahun ini diperkirakan akan membludak. Pasalnya, sejak Covid-19 ditetapkan menjadi pandemi pada 2 Maret 2020 lalu, masyarakat dilarang mudik Lebaran.

Atas dasar itu, Anggota Komisi V DPR RI Eddy Santana Putra memahami jika lebaran Idul Fitri tahun ini menjadi obat kerinduan pemudik untuk mengunjungi kampung halaman di momen lebaran.

Potensi membludaknya pemudik Lebaran itu, menurutnya perlu diantisipasi pemerintah dari sisi pelaksanaan teknis dan keselamatan para pemudik.

“Terkait dengan mudik tahun ini, saya mengimbau pihak terkait seperti Korlantas, Kemenhub, dan pihak terkait lainnya untuk terus melakukan koordinasi terkait pelaksanaan mudik tahun ini,” ucap Eddy Santana Putra, Sabtu (16/4/2022).

Pada rapat kerja sebelumnya dengan sejumlah menteri terkait, menurut Anggota Komisi DPR RI yang menjadi mitra kerja Kemenhub, Kementerian PUPR, BMKG, serta Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi itu, meski syarat mudik lebih dimudahkan yaitu hanya menunjukkan sertifikasi vaksinasi booster namun masyarakat yang melakukan mudik Lebaran harus tetap menjalankan protokol kesehatan.

“Saya juga berharap semua berjalan lancar dan yang terpenting kita mengingatkan untuk mengantisipasi teknis di lapangan saat pelaksanaan mudik,” ujarnya.

Untuk itu, perlu ditempatkan Satuan Tugas (satgas) Mudik 2022 yang memadai di titik-titik tertentu untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Pemerintah perlu menempatkan satgas mudik 2022 di berbagai tempat seperti di bandara, stasiun, terminal dan lain sebagainya.

“Pengendara yang mudik juga perlu diantisipasi bila ada kendala teknis terutama yang membahayakan keselamatan pemudik,” ingatnya.

Ia mencontoh, antisipasi kemungkinan peningkatan jumlah pengguna moda transportasi sepeda motor.

“Bila naik sepeda motor sebaiknya jangan terlalu jauh. Kemenhub juga perlu antisipasi ini,” imbuhnya.

Terkait itu, ia mendorong instansi lain untuk mendukung tupoksi dari Satgas Mudik 2022. Misalnya, BUMN-BUMN yang ada bisa membuat program mudik Lebaran sehingga masyarakat yang mudik dan menggunakan sepeda motor dengan radius jauh bisa dicegah.

“CSR BUMN juga bisa dimaksimalkan untuk menyukseskan program mudik gratis,” tegasnya.

Penulis : Hardianto

Editor : Oka Suryawan