Pemerintah Dorong Pertumbuhan Koperasi dan UMKM Berbasis Keumatan Hindu

Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran, Kementerian Koperasi dan UKM, I Wayan Dipta masa bakti 2015-2018 dalam diskusi webinar yang diselenggarakan DPC Prajaniti Kota Bekasi, Jawa Barat dengan tema
Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran, Kementerian Koperasi dan UKM, I Wayan Dipta masa bakti 2015-2018 dalam diskusi webinar yang diselenggarakan DPC Prajaniti Kota Bekasi, Jawa Barat dengan tema "UMKM untuk Umat; Berani Berwirausaha", pada Minggu (22/11/2020)

JAKARTA, balipuspanews.com – Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) berkomitmen mengembangkan koperasi dan UMKM berbasis keumatan Hindu.

Penegasan disampaikan Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran, Kementerian Koperasi dan UKM, I Wayan Dipta masa bakti 2015-2018 dalam diskusi webinar yang diselenggarakan DPC Prajaniti Kota Bekasi, Jawa Barat dengan tema “UMKM untuk Umat; Berani Berwirausaha”, pada Minggu (22/11/2020).

Diskusi juga menghadirkan pembicara lainnya yaitu Kepala Bank Indonesia, Kantor Cabang Kupang, NTT I Nyoman Ariawan Atmaja. Selain itu juga Entepreneur dari POETRI Bali, Wayan Suyadnya dan Kepala Cabang PT. BTN Kantor Cabang Bekasi I.G.A.K Tri Martha Wirawan.

Menurut Dipta, keberadaan koperasi dan UMKM berbasis keumatan Hindu dinilai sangat penting dalam membantu memberdayakan pendanaan umat beragama dalam membangun dan meningkatkan sarana maupun prasarana kegiatan keagamaannya.

“Seperti di Bali ada yang namanya Koperasi Pasar (Koppas) Srinadi. Bupati Klungkung pernah menjadi Ketua Koppas. Ini luar biasa,” ucap Dipta.

Koperasi lainnya, sebut Dipta adalah Koperasi Dewi Gangga di Kupang, NTT yang rutin membantu kegiatan pura. Anggotanya Tahun 2019 telah mencapai 495 orang. Bahkan bukan orang Hindu saja. Mereka juga miliki aset sampai lebih dari Rp 10,9 miliar. Pinjamannya hingga Rp 8,5 miliar dan SHU mencapai Rp 1,2 miliar.

“SHU Dewi Gangga. Mereka bahkan dijadikan branchmark oleh WHO ketika pandemi Covid-19. Bahkan pembina koperasinya adalah orang dari NTT. Dan CSR nya mengacu pada Tri Hitna Karana,” terangnya.

Kendati demikian, ia mengakui dibanding dengan negara-negara maju, perkembangan koperasi dan UMKM di tanah air masih tertinggal jauh. Ia mencontoh, perusahaan ritel ACE Hardware yang fokus menyasar pasar perabot rumah tangga.

Perusahaan yang memiliki banyak cabang di Indonesia itu ternyata diawali dari sebuah produk UMKM yang kemudian dari berbagai UMKM itu bersatu membentuk sebuah perusahaan agar menjadi kuat.

“ACE Hardware yang menjual alat rumah tangga. Itu sebenarnya koperasi. Mereka bergabung dalam wadah koperasi dan kini cabangnya menyebar di seluruh dunia,” beber Dipta.

Dipta berharap di masa mendatang, Indonesia memiliki koperasi berkelas dunia yang juga memiliki jaringan dan cabang di luar negeri. Untuk itu, ia berharap kebijakan dan regulasi yang ada bisa lebih berpihak kepada perkembangan koperasi dan UMKM.

“Di Amerika itu koperasi nya tidak dipajaki, sedangkan di kita pajaknya banyak. Seperti PPh21, PPh 26, PPh25 yang pajak untuk SHU. Kalau banyak pajaknya gimana koperasi bisa berkembang baik. Jadi memang secara kualitas, SDM dan lainnya baik UMKM dan kowprasi masih tertinggal dengan negara maju,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Bank Indonesia, Kantor Cabang Kupang, NTT I Nyoman Ariawan Atmaja mengakui peran koperasi dan UMKM memiliki kontribusi besar dalam perekonomian nasional.

“Tapi peran produk ekspor-nya kecil sebesar 14,7 persen. Jadi perlu pengembangan UMKM lebih baik lagi,” sarannya.

Nyoman Ariawan menjelaskan dampak pandemi Covid-19 yang telah memukul perekonomian negara telah membuat perekonomian berada dalam krisis ekonomi, namun kini perlahanan perekonomian bisa bangkit.

Salah satu faktornya adalah dorongan dari konsumsi pemerintah, yaitu banyak program-program pemerintah seperti bantuan sosial (bansos) untuk jaringan penaman sosial, bantuan UMKM, bantuan pariwisata dan lainnya.

Di sisi lain mobilitas new normal juga telah mendongkrak berjalannya kembali dan naiknya perdagangan dan perekonomian masyarakat naik.

“Dan pada posisi ini UMKM sangat penting. Karena porsinya mengambil 99,9 persen dari ekonomi kita, daya serapnya hampir 97,3 persen menyerap tenaga kerja. Jadi perannya baik bagi ekonomi,” sebut Nyoman Ariawan.

Penulis : Hardianto

Editor : Oka Suryawan