Pemerintah Gelontorkan Rp 10,2 Miliar Bangun Menara TV di Buleleng

Photo ilustrasi menara TV (Ist).

SINGARAJA, balipuspanews.com — Impian masyarakat Buleleng untuk bisa menikmati siaran televisi secara gratis, segera menemui titik terang. Program pembangunan menara televisi bersama yang direncanakan beberapa waktu lalu, kini sudah memasuki tahap penentuan lokasi (Penlok).

 

Pemkab Buleleng yang bekerjasama dengan tim peneliti dari Universitas Udayana telah membuat kajian teknis mengenai lokasi pemancar. Dari hasil kajian tersebut, keluarlah tiga lokasi yang direkomendasikan yakni, Desa Wanagiri Kecamatan Sukasada, Desa Asah Gobleg Kecamatan Banjar, dan Desa Pegayaman Kecamatan Sukasada.

 

Dari ketiga lokasi tersebut, masing-masing memiliki kekurangan dan kelebihan. Namun lokasi pemancar siaran yang paling ideal adalah Desa Pegayaman Kecamatan Sukasada. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Tim Penilai Dr.Ir. I Made Oka Widyantara,ST.,MT.,IPM,ASEAN Eng., Pemkab Buleleng melalui Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominfosandi) melaksanakan Focus Group Discussion (FGD), Kamis (12/12).

 

Oka mengatakan, ketiga lokasi tersebut sudah cukup untuk mengcover seluruh Kabupaten Buleleng. Namun, karena adanya rencana migrasi teknologi analog ke teknologi digital, lokasi yang paling ideal menurutnya adalah Desa Pegayaman. Ia menjelaskan, wilayah pegayaman sangat memenuhi segala aspek yang diperlukan.

 

“Kita harus memikirkan aspek infestasi, pangsa pasar, dan luas wilayah yang mampu mengcover ke Bali Selatan jadi kami merekomendasikan Desa Pegayaman untuk menjadi lokasi menara bersama karena Pegayaman lokasinya paling tinggi,” jelasnya.

 

Masih kata Oka, rencananya ketinggian menara akan dibuat 100 meter dan ketinggian pemancar penerima dari masing-masing rumah adalah 10 meter. Ia pun berharap, pihak penyelenggara siaran mau bekerjasama.

 

“Dari lokasi yang nantinya disetujui, harapannya tidak ada keraguan dari pihak penyelenggara siaran untuk tidak mau bersiaran dari stasiun televise bersama ini,” harapnya.

 

 

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfos) Provinsi Bali I Nyoman Sujaya yang menghadiri acara FGD tersebut mengatakan, rencana pembangunan menara televisi bersama ini merupakan wacana bersama dari Gubernur Bali dan Bupati Buleleng. Ia menambahkan, Pemprov Bali telah menganggarkan untuk pembangunan menara televisi bersama ini.

 

“Untuk fisik dan pembebasan lahan, kami sudah anggarkan untuk tahun 2020 sebesar 10,2 miliyar rupiah, itu sumber dananya sepenuhnya dari provinsi yang kami gelontorkan melalui Bantuan Keuangan Khusus kepada Kabupaten Buleleng,” jelasnya.

 

 

Sementara, Kepala Diskominfosandi Kabupaten Buleleng Dr. Drs. Ketut Suweca,M.Si mengatakan, usai diselenggarakannya FGD ini, Pemkab Buleleng akan bersurat ke Kementerian Komunikasi dan Informatika RI untuk merencanakan pertemuan bersama Bupati Buleleng dan Gubernur Bali bersama Menteri Komunikasi dan Informatika. Pertemuan tersebut akan membahas tentang ijin pendirian menara televisi bersama tersebut.

 

“Karena lokasi pembangunan menara ada diluar dari wilayah siaran, maka harus dimintakan izin, kalau itu bisa terealisasi baru kita akan proses lebih lanjut baik lahannya, pembangunannya, dan sebagainya yang dibutuhkan,” jelasnya.

 

Imbuh Kadis Suweca, pembangunan menara ini akan dilakukan secara bertahap dimulai pada tahun 2020.

 

“Kami berharap seluruh stake holder mendukung rencana pembangunan ini, karena ini merupakan komitmen dari Gubernur Bali dan Bupati Buleleng untuk memberikan kesempatan bagi masyarakat Buleleng untuk menikmati siaran secara gratis,” tutupnya.